HUT Jabar ke-81, Pemprov Fokus Perbaiki Jalan, Pendidikan hingga Jaminan Kesehatan

HUT Jabar ke-81, Pemprov Jabar fokus memperbaiki jalan, membangun 25 sekolah baru dan meningkatkan cakupan BPJS Kesehatan hingga 99 persen pada 2029.

HUT Jabar ke-81, Pemprov Fokus Perbaiki Jalan, Pendidikan hingga Jaminan Kesehatan
istimewa

INILAHKORAN.ID-Memasuki usia ke-81 tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan pembangunan daerah tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kualitas layanan dasar masyarakat juga menjadi prioritas utama sepanjang 2026.

Tiga sektor menjadi perhatian utama Pemprov Jabar, yakni infrastruktur jalan, pendidikan, dan jaminan kesehatan. Percepatan pembangunan di tiga bidang tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, memperluas akses pendidikan, sekaligus memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Pembangunan Jalan Jabar Capai 43,589 Kilometer

Di sektor infrastruktur, Pemprov Jabar terus mengakselerasi pembangunan dan rehabilitasi jalan provinsi untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat Agung Wahyudi mengatakan, hingga 9 Agustus 2026, pembangunan dan rehabilitasi jalan telah terealisasi sepanjang 43,589 kilometer dari target 149,801 kilometer.

Selain pembangunan jalan, pelebaran jalan juga telah dilakukan sepanjang 2,25 kilometer dari target 15,631 kilometer.

Pekerjaan tersebut turut dilengkapi pembangunan drainase dan pemasangan marka jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Pada 2026, Pemprov Jabar juga mengerjakan 47 paket rehabilitasi dan penggantian jembatan, empat bangunan pelengkap infrastruktur, serta masing-masing satu flyover dan underpass.

RTRW Jabar Disiapkan untuk Jaga Lingkungan

Pemprov Jabar juga tengah menyusun arah pembangunan jangka panjang melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jawa Barat.

Penyusunan RTRW tersebut diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dengan perlindungan lingkungan.

Konsep yang disiapkan mencakup tata ruang berbasis nilai-nilai Sunda, kawasan warisan kolonial, serta penguatan kawasan lindung.

Saat ini, penyusunan indikasi program utama pemanfaatan ruang telah memasuki tahap inventarisasi data teknis.

96,90 Persen Warga Jabar Sudah Terdaftar BPJS

Sementara di sektor kesehatan, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Jawa Barat terus mengalami peningkatan.

Hingga 1 Agustus 2026, tercatat 50.590.681 warga atau sekitar 96,90 persen penduduk Jawa Barat telah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, Pemprov Jabar menargetkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 99 persen pada 2029.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah memperkuat dukungan anggaran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus melakukan sinkronisasi dan rekonsiliasi data kepesertaan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

"Kami pun meningkatkan mutu layanan di fasilitas pelayanan kesehatan agar pasien BPJS mendapatkan layanan terbaik," ujar Vini usai Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) malam.

Jabar Bangun 25 Sekolah Baru

Persoalan keterbatasan daya tampung sekolah juga menjadi perhatian Pemprov Jabar.

Tahun ini, pemerintah merencanakan pembangunan satuan pendidikan baru di 25 titik yang tersebar di sejumlah daerah Jawa Barat.

Program tersebut terdiri atas 22 Unit Sekolah Baru (USB) dan 3 Unit Gedung Baru (UGB).

Sejumlah daerah yang menjadi lokasi pembangunan di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, Cimahi, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Bandung, Cirebon, Purwakarta hingga Pangandaran.

Kepala Dinas pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan, pembangunan sekolah baru ditujukan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antarwilayah.

Tak hanya membangun sekolah baru, Pemprov Jabar juga menambah daya tampung melalui pembangunan 203 ruang kelas baru di 102 sekolah.

Rinciannya terdiri atas 114 ruang kelas SMA, 67 ruang kelas SMK dan 22 ruang kelas SLB.

Selain itu, terdapat rehabilitasi sedang hingga berat pada 58 sekolah dengan total 114 ruang kelas, yang terdiri atas 75 ruang SMA, 24 ruang SMK dan 15 ruang SLB.

Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Warga

Percepatan pembangunan jalan, perluasan akses pendidikan, dan penguatan jaminan kesehatan menjadi bagian dari strategi Pemprov Jabar menjawab berbagai tantangan pembangunan di usia ke-81 tahun.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 50 juta jiwa, pemerintah daerah dituntut memastikan pembangunan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan layanan dasar yang semakin merata dan mudah diakses masyarakat.***


Editor : JakaPermana