HYBE Gaet Tyla Penyanyi Peraih Grammy Awards untuk Kolaborasi dalam Agensi Gabungan Mereka
HYBE kini kolaborasi dengan agensi Tyla untuk mengembangkan artis-artis asal Afrika Selatan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setelah mendapat kesuksesan global melalui BTS, HYBE kini akan menggaet Tyla sebagai artis mereka.
HYBE secara resmi mengumumkan langkah besar dalam strategi ekspansi globalnya dengan membentuk usaha patungan baru dan mengambil alih manajemen global bintang pop peraih Grammy, Tyla.
Pada hari ini, Selasa, 16 Desember 2025, HYBE mengungkapkan bahwa mereka telah membentuk usaha patungan, NFO LLC, bersama para veteran industri musik Afrika, Brandon Hixon dan Colin Gayle.
Melalui kemitraan ini, HYBE akan mengawasi manajemen global Tyla, yang secara signifikan memperluas jejaknya di pasar musik Afrika dan global.
Tyla, lahir tahun 2002, adalah penyanyi-penulis lagu asal Afrika Selatan yang mewakili generasi Z bintang pop global yang sedang naik daun.
Tyla memenangkan Grammy Award 2024 untuk Penampilan Musik Afrika Terbaik, memperkuat posisinya sebagai salah satu artis paling berpengaruh yang muncul dari benua tersebut.
Singel terobosannya tahun 2023, 'Water', mencapai peringkat ke-7 di Billboard Hot 100, dengan cepat menjadikannya sensasi internasional.
Pada Maret 2024, Tyla merilis album debutnya yang berjudul 'Tyla', yang debut di peringkat ke-24 di Billboard 200.
Album tersebut kemudian meraih sertifikasi Emas dari Recording Industry Association of America (RIAA).
Dengan memadukan Afrobeats, Amapiano, pop, dan R&B, musiknya telah melampaui 3 miliar streaming kumulatif di Spotify, yang mencerminkan basis penggemarnya yang berkembang pesat di seluruh dunia.
Dalam kemitraan baru ini, HYBE akan memberikan dukungan terintegrasi untuk karier Tyla, termasuk manajemen global, tur, pemasaran, dan strategi promosi.
Perusahaan ini juga berencana untuk berkolaborasi di berbagai bidang bisnis tambahan seperti rekaman, penerbitan, kemitraan merek, dan merchandise.
Di luar karier individu Tyla, HYBE bertujuan untuk memanfaatkan usaha patungan ini untuk menemukan dan mengembangkan artis-artis Afrika yang sedang berkembang.
Dengan membangun sistem pengembangan bakat yang terstruktur di wilayah tersebut, perusahaan berharap dapat berkontribusi untuk memperkuat ekosistem musik lokal sekaligus menghubungkan bakat Afrika dengan audiens global.
CEO HYBE, Lee Jae Sang, menggambarkan kemitraan ini sebagai momen penting dalam strategi global perusahaan.
Dia menyatakan bahwa menggabungkan jaringan dan sumber daya global HYBE dengan keahlian Brandon Hixon dan Colin Gayle akan membantu menciptakan jalur berkelanjutan bagi artis Afrika untuk menjangkau penggemar di seluruh dunia.
Dengan langkah ini, HYBE terus memposisikan diri tidak hanya sebagai kekuatan besar di industri K-Pop, tetapi juga sebagai perusahaan musik global yang secara aktif berinvestasi dalam beragam genre musik dan wilayah di luar Korea.***
Editor : Irma Nurfajri


