Ibu Rumah Tangga se Kota Bandung Cemas, Harga Minya Goreng Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Kalangan ibu rumah tangga di Kota Bandung kembali cemas. Penyebabnya harga minyak goreng di Kota Bandung terus naik

Ibu Rumah Tangga se Kota Bandung Cemas, Harga Minya Goreng Naik, Ternyata Ini Penyebabnya
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah memaparkan penyebab naiknya harga minyak goreng curah di Kota Bandung.

INILAHKORAN, Bandung,- Ibu rumah tangga di Kota Bandung dihantui kecemasan. Harga minyak goreng curah di Kota Bandung naik beberapa waktu ke belakang.

Tercatat, harga minyak goreng curah per kilogram menyentuh Rp 18.000 dari harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500.

Usut punya usut ternyata inilah penyebab naiknya harga minyak goreng curah di Kota Bandung menurut Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Dukung Langkah Pemkot Melarang Aktivitas PKL di Lingkungan Pendidikan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, kenaikan harga minyak goreng curah saat ini, karena mengikuti harga minyak mentah dunia yang mengalami kenaikan.

"Jadi begini. Kalau CPO naik, harga minyak goreng curah naik. Sekarang HET minyak goreng Rp 12.500. Sekarang sudah melonjak untuk harga curah aja di Rp 18.000 kemasan di satu liter," kata Elly pada Selasa 2 November 2021.

Menurut Elly Wasliah, para petugas Disdagin Kota Bandung memperbaharui data harga komoditas pangan di setiap hari Kamis. Monitoring pun dilakukan ketujuh pasar tradisional dan swalayan.

Baca Juga: Duh, Ancaman DBD di KBB Makin Mengkhawatirkan, Ditambah Anggaran Fogging Sudah Habis

"Kita sudah berkoordinasi dengan Bulog Bandung untuk membahas terkait operasi pasar. Hari ini mereka rapat internal dan melihat stok minyak kemasan. Per Januari 2022, tidak ada minyak curah, harus kemasan," ucap Elly Wasliah

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku sudah memantau kondisi harga minyak goreng yang mengalami kenaikan. Pihaknya akan langsung bertindak salah satunya dengan operasi pasar.

"Insya Allah, kita akan menyikapi itu dengan konteks, ya tugas kita sebagai pemerintah," kata Oded. *** (Yogo Triastopo)


Editor : inilahkoran