Ilmu Menyala Miskin Sirna

KESEMPATAN bersekolah dapat mengubah arah hidup. Dari ruang kelas, harapan untuk keluar dari kemiskinan mulai dibangun.

Ilmu Menyala Miskin Sirna
JALAN PENTING: Wamendukbangga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (dua dari kanan) meninjau layanan pusat informasi konseling keluarga dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia di RPTRA Garuda, Jakarta Timur, Kamis (30/7). Dia mengatakan, pendidikan menjadi salah satu jalan paling penting untuk mengentaskan kemiskinan keluarga.

Kemiskinan kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, pendidikan diyakini mampu memutus mata rantai itu dengan membuka kesempatan yang sebelumnya tak pernah dimiliki banyak anak.

Keyakinan itulah yang disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. 

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu jalan paling efektif untuk mengangkat derajat hidup keluarga sekaligus mengentaskan kemiskinan.

Dalam peringatan Hari Kependudukan Sedunia bersama UNFPA di Jakarta, Kamis (30/7), Isyana menilai Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang digagas Presiden Prabowo Subianto membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Tadinya mereka tidak punya kesempatan sama sekali untuk bersekolah, kemudian sekarang bisa ditampung di sekolah yang ada asramanya, diberi makan dan pendidikan supaya nantinya di antara mereka bisa makin banyak lagi yang menjadi pemimpin-pemimpin bangsa dan mengangkat derajat hidup keluarga, lalu keluar dari kemiskinan," kata Isyana, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (30/7).

Menurutnya, keberhasilan mengurangi kemiskinan tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Kolaborasi antarkementerian menjadi kunci agar berbagai program pendidikan, beasiswa, hingga kesempatan kerja dapat saling melengkapi.

Dia menyebut sinergi antara Kementerian Sosial melalui Sekolah Rakyat dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sekolah Garuda perlu terus diperkuat agar semakin banyak anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem memperoleh akses pendidikan.

"Pemerintah juga terus melakukan berbagai koordinasi lintas-lembaga, apakah akan ada beasiswa-beasiswa untuk melanjutkan sekolah atau kemudian kesempatan kerja melalui magang nasional, ini ada begitu banyak program yang bisa dikolaborasikan agar nantinya Indonesia Emas 2045 bisa terwujud," ujarnya.

Isyana juga mengingatkan agar Hari Kependudukan Sedunia tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun ruang dialog bersama remaja demi menyiapkan generasi Indonesia yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan Kementerian Sosial bersama Kemendukbangga/BKKBN tengah memperkuat kerja sama untuk memberikan pendampingan mental bagi siswa Sekolah Rakyat.

"Karena memang latar belakang siswa ini istimewa ya. Kemudian ada aspek-aspek lain, seperti aspek-aspek problem keremajaan itu terjadi dan ini yang kita membutuhkan sinergi antara Kemensos dengan BKKBN," kata Agus.

Menurutnya, para siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang yang beragam sehingga membutuhkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan mental.

Tahapan kerja sama kini memasuki penyusunan konsep, uji coba di sejumlah Sekolah Rakyat, hingga penandatanganan nota kesepahaman agar program dapat segera dijalankan pada tahun ajaran ini.

"Supaya kemudian di tahun ajaran ini kita langsung bisa operasional, ya kan, lebih cepat lebih baik. Ini anak-anak kita yang harus kita urus bersama-sama, tidak hanya Kemensos," katanya. (gin) 


Editor : Inilahkoran