Imbas Banjir Cirebon, Ratusan Hektare Sawah Masih Terendam

Ratusan hektare sawah di Kecamatan Gegesik dan Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, sampai hari Rabu  25 Januari 2023 masih terendam. 

Imbas Banjir Cirebon, Ratusan Hektare Sawah Masih Terendam
Ratusan hektare sawah di Kecamatan Gegesik dan Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, sampai hari Rabu  25 Januari 2023 masih terendam. 

INILAHKORAN, Cirebon - Ratusan hektare sawah di Kecamatan Gegesik dan Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon, sampai hari Rabu  25 Januari 2023 masih terendam. 

Lokasi sawah yang menjadi langganan banjir tersebut, dipastikan akan kembali gagal tanam. Pasalnya, umur padi kebanyakan baru dua bulan tanam. 

Pantauan dilapangan menyebutkan, ratusan hektare sawah yang terendam banjir tersebut berada di Desa Bayalangu Kidul Kecamatan Gegesik dan Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi. Terlihat, sejak hari minggu kemarin ratusan hektare sawah tersebut seperti lautan karena tidak ada satupun lahan sawah yang selamat dari terjangan banjir. 

Hal tersebut dikeluhkan petani setempat. Seorang petani Desa Bayalangu Lor yang menggarap sawah di Blok Ampel Gading mengaku resah. Pasalnya, dia terpaksa harus menyiapkan benih padi lagi untuk ditanam ulang di sebagian lahan tersebut.

"Di blok ini sudah terendam tiga malam, makanya itu sudah saya siapkan bibit baru untuk ditanam ulang lagi," ujar Bunadi.

Sementara untuk sebagian tanaman padi yang berada di dataran  tinggi dan sudah tidak terendam air, ia hanya akan melakukan tanam sulam saja.

Menurutnya, para petani di blok tersebut sudah melakukan tanam ulang hingga tiga kali. Artinya, biaya tanam yang sudah dikeluarkan para petani sudah mencapai puluhan juta per hektar.

"Kalau yang sudah tanam kemudian sudah diberi pupuk itu biayanya bisa mencapai 10 juta per hektar," ungkapnya. 

Namun Bunadi menyebut, banjir yang lebih parah terjadi di lahan persawahan Blok Kedok anamba Desa Bayalangu Kidul. Di Blok tersebut, banjir sudah merendam selama empat hari hingga hari Rabu 25 Januari 2023 ini. 

"Kalau di blok kedok anamba lebih parah karena memang sawahnya lebih rendah. Disana juga banyak, ada ratusan hektar," sambungnya. 

Hal serupa juga dialami petani Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi, Nasikin. Pasalnya, lahan persawahan di desa tersebut merupakan daerah langganan banjir.

Menurut Nasikin, banjir yang terjadi kemarin merupakan banjir terparah merendam ratusan hektar tanaman padi yang masih berusia kurang dari satu bulan.

"Kalau tanaman lama terendam air kan bisa busuk, belum lagi hama keongnya, itu juga ikut merusak tanaman padi," ucapnya. 

Nasikin menambahkan, akibat banjir kali ini, dirinya dan para petani lainnya harus melakukan tanam ulang untuk kali kedua.

"Yang jadi masalah kan kita juga sulit mencari bibit padi lagi," tukasnya. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti