Imbas La Nina, Badan Geologi Ingatkan Warga Soal Potensi Erupsi Freatik Gunung Tangkuban Parahu
Imbas curah hujan tinggi di Jawa Barat berpotensi menimbulkan erupsi freatik Gunung Tangkuban yang berlokasi antara Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Curah hujan yang tinggi sebagai imbas la nina yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Barat berpotensi menimbulkan erupsi freatik Gunung Tangkuban yang berlokasi antara Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Subang.
Pasalnya, curah hujan yang tinggi membuat aliran air masuk ke kawah Gunung Tangkuban Parahu sehingga dapat menimbulkan potensi erupsi freatik di gunung tersebut.
Menyikapi hal itu, Badan Geologi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkunjung ke Gunung Tangkuban Parahu.
”Erupsi freatik bisa terjadi akibat interaksi antara air hujan dengan material panas di dalam gunung api,” kata Kepala Badan Geologi, M. Wafid.
Dijelaskan Wafid, erupsi freatik tersebut dapat menimbulkan lontaran material vulkanik dan hujan abu di sekitar kawah, meskipun tidak disertai keluarnya magma.
Guna mengantisipasi potensi bahaya, sambung Wafid, Badan Geologi telah memberikan beberapa rekomendasi bahwa masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dasar kawah.
”Hindari aktivitas berlama-lama atau bermalam di area kawah aktif. Jika terjadi peningkatan intensitas asap kawah atau tercium bau gas menyengat, segera menjauh dari area tersebut,” ujarnya.
Kendarati begitu, Wafid mengatakan, erupsi freatik dapat terjadi tanpa adanya peningkatan gejala vulkanik yang signifikan.
Selain itu, Badan Geologi juga mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) dan BPBD agar terus berkoordinasi dengan pos pengamanan gunung api dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung.
"Kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar gunung, tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang belum terverifikasi terkait potensi erupsi," ujarnya. *** (
Editor : Ahmad Sayuti

