Implementasikan Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Cipeundeuy Panen Tiga Ton Jagung Hibrida Kering

Program Ketahanan Pangan yang digelorakan Pemerintah Desa/Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat sukses diimplementasikan. Buah program tersebut salah satunya adalah keberhasilan para petani panen jagung hibrida kering hingga mencapai tiga ton.

Implementasikan Program Ketahanan Pangan, Petani Desa Cipeundeuy Panen Tiga Ton Jagung Hibrida Kering
Program Ketahanan Pangan yang digelorakan Pemerintah Desa/Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat sukses diimplementasikan. Buah program tersebut salah satunya adalah keberhasilan para petani panen jagung hibrida kering hingga mencapai tiga ton.

INILAHKORAN, Ngamprah- Usaha tidak mengkhianati hasil, itulah ungkapan yang keluar dari mulut petani Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, usaha para kelompok tani Desa Cipeundeuy untuk mengimplementasikan Program Ketahanan Pangan yang digaungkan Pemerintah Desa Cipeundeuy kini tengah membuahkan hasil. Tak tanggung-tanggung, Jagung Hibrida kering sebanyak 3.000 kilogram atau 3 ton berhasil dipanen.

"Ini merupakan keberhasilan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat pada tahun 2023 lalu," kata Camat Cipeundeuy, Agus Ganjar, Senin 26 Januari 2024.

Agus menyebut, produk yang dihasilkan dari program program ketahanan pangan ini berupa Panen raya jagung hibrida.

Sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Cipeundeuy inu memberikan bantuan kepada tiga kelompok tani yang telah dibentuk.

"Pemberian yang diberikan, seperti bibit jagung, pupuk anorganik, obat-obatan tanaman, 1 unit traktor dan 2 unit mesin penggiling atau mesin pipih jagung," sebutnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Cipeundeuy, Iyus mengatakan, para kelompok tani di Desa Cipeundeuy mengolah lahan pertanian seluas 30 patok.

"Untuk produk yang sekarang baru dipanen seluas 6 patok dengan hasil pertanian jagung hibrida kering sebanyak 3.000 kilogram," sebutnya.

Menurutnya, panen berikutnya masih akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan dengan harapan produk jagung yang dihasilkan bisa lebih banyak dan bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi.

"Tapi, pada kenyataannya para petani di Desa Cipeundeuy masih mendapatkan kendala, yakni dari sisi pemasaran produk dan harga produk," tuturnya.

Kendati demikian, guna menjaga keberlangsungan para petani jagung di wilayahnya. Pihaknya menyiapkan skema manager keuangan dari hasil panen raya jagung hibrida.

"Setiap panen para petani menyisihkan 20 persen dari penghasilan yang diterimanya untuk dikumpulkan dan dikelola oleh ketua kelompok tani," paparnya.

Kemudian, sambung Iyus, digulirkan kepada kelompok tani baru agar bisa merasakan dan mengembangkan usaha sejenis, yakni budidaya jagung hibrida.

"Semoga upaya yang dilaksanakan Pemerintah Desa Cipeundeuy dalam memberdayakan para kelompok tani dapat meningkatkan kualitas hidup petani. Termasuk, menambah stok pangan yang ada di wilayah," tandasnya.*** (Agus Satia Negara)


Editor : Ghiok Riswoto