Ingatkan Tujuan Terbentuknya FKUB, Ngatiyana Singgung Soal Moderasi Agama

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi untuk memahami peran dan tujuan t

Ingatkan Tujuan Terbentuknya FKUB, Ngatiyana Singgung Soal Moderasi Agama
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi untuk memahami peran dan tujuan terbentuknya FKUB.



INILAHKORAN, Cimahi - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi untuk memahami peran dan tujuan terbentuknya FKUB.

Menurutnya, semua elemen masyarakat harus memiliki kesadaran dan niat yang sama guna berjuang bersama dalam orientasi menciptakan kondisi kerukunan hidup yang mantap di antara umat beragama.

"Salah satu tujuan dibentuknya FKUB adalah sebagai wadah kerukunan antar umat beragama," katanya dalam kegiatan Sosialisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Cimahi yang berlangsung di tiga kecamatan wilayah Utara, Tengah, dan Selatan Kota Cimahi.

Baca Juga: Hore Bandung Sneaker Season 3.0 Hadir Lagi


Selain itu, jelas dia, FKUB berperan sebagai mitra konsultatif bagi pemerintah daerah, terutama dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada kepala daerah terkait dengan kekondusifan kerukunan umat beragama di daerah.

"Oleh karenanya koordinasi dengan semua stakeholder serta instansi terkait harus dibangun, dan moderasi beragama harus dijadikan sebagai upaya dalam mewujudkan kehidupan beragama dan berbangsa yang rukun, harmonis, damai, toleransi serta taat konstitusi, sehingga kita benar-benar dapat menggapai cita-cita Indonesia kedepan lebih baik dan maju," terangnya.

Ia menambahkan, moderasi beragama merupakan upaya menghadirkan jalan tengah atas beberapa kelompok yang berbeda, sehingga perbedaan itulah yang perlu dimoderasi supaya tercipta keharmonisan.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Sampai Saat Ini – Arlan

"Moderasi beragama butuh peranan dari semua pihak. Pemerintah tidak akan dapat berbuat sendiri tanpa dukungan masyarakat untuk menciptakan kerukunan, tetapi keterlibatan para tokoh agama dan lainnya sangat diperlukan untuk mencapai harapan yang diinginkan," bebernya.

Ia menilai, tujuan moderasi beragama yang terus digaungkan adalah untuk menghadirkan keharmonisan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai sesama anak bangsa.

"Moderasi beragama mengajarkan kita untuk moderat, pemikiran yang adil, dan menghargai perbedaan. Esensi dari agama adalah saling menghormati harkat dan martabat di antara kita. Agama mengajarkan keseimbangan di segala aspek kehidupan," tandasnya. *** (agus satia negara).***

 
 


Editor : inilahkoran