Ini 5 Fakta Menarik Carlos Alcaraz Jelang Final French Open, Nomor 3 dan 4 Bukti Dia Menyamai Legenda

Duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz memuncaki final French Open 2025 di sektor tunggal putra.

Ini 5 Fakta Menarik Carlos Alcaraz Jelang Final French Open, Nomor 3 dan 4 Bukti Dia Menyamai Legenda
Pencapaian prestasi membuat Carlos Alcaraz mendekati reputasi para legenda tenis dunia. Kini dia ingin membuktikannya dalam duel final French Open, Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz. (X @rolandgarros)

INILAHKORAN, Paris – Duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz memuncaki final French Open 2025 di sektor tunggal putra.

Pertandingan final French Open 2025 di nomor tunggal putra antara Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz akan berlangsung di Roland Garros, Paris, Minggu 8 Juni 2025 ini.

Siapapun yang memenangkan duel Jannik Sinner vs Carlos Alcaras ini, dia layak menjadi pemain terbaik dunia. Saat ini, baik Jannik Sinner maupun Carlos Alcaraz memuncaki peringkat teratas ATP.

Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz sudah 12 kali saling berhadapan. Keduanya mengoleksi tujuh gelar grand slam dan sama-sama pernah menjadi pemain nomor satu dunia.

Seperti Jannik Sinner, ada pula lima fakta unik dan menarik dalam penampilan Carlos Alcaraz di final French Open 2025.

1.Empat tahun berturut-turut

Carlos Alcaraz adalah pemain termuda keempat di Era Terbuka yang melaju ke final tunggal putra grand slam selama empat tahun berturut-turut.

Carlos Alcaraz melaju ke final US Open (2022), Wimbledon (2023, 2024), French Open (2024), dan Australian Open (2024, 2025).

Kecuali di Australian Terbuka di mana dia kalah di laga final, penampilan Carlos Alcaraz lain di French Open, Wimbledon, dan US Open, berbuah kemenangan.

2.Menang setelah kalah di set pertama

Carlos Alcaraz adalah pemain kedua di Era Terbuka yang memenangkan beberapa semifinal tunggal putra di Roland Garros setelah kalah di set pertama, sebelum maju ke final.

Tahun lalu, dia kalah dulu di set pertama dari Jannik Sinner di set pertama sebelum akhirnya memenangkannya, maju ke final, dan menjuarainya.

Tahun ini pun dia mengalami hal serupa. Dia menyerah di set pertama dari Lorenzo Musetti, tapi kemudian memenangkannya setelah lawan menyerah memasuki set ketiga.

Apakah ini tanda-tanda dia akan meraih gelar juara seperti tahun lalu?

Sebelum Carlos Alcaraz, hal serupa juga pernah dialami Roger Federer pada tahun 2006 saat menghadapi David Nalbandian di semifinal dan melawan del Potro pada 2009.

3.70 Menang di 82 Pertandingan

Carlos Alcaraz menjadi salah satu pemain yang paling cepat mencapai 70 kemenangan di turnamen grand slam di Era Terbuka.

Petenis Spanyol itu mencapainya hanya dalam 82 pertandingan. Artinya, dalam 82 partai tersebut, dia hanya menderita 12 kali kekalahan.

Tapi, dia bukan pemain yang paling cepat. Di atasnya masih ada dua legenda, Bjorn Borg dan John McEnroe. Keduanya sama-sama meraih kemenangan ke-70 di turnamen grand slam dalam 81 penampilan.

4.Termuda maju ke final lima grand slam

Dalam usia 22 tahun 20 hari, Carlos Alcaraz menjadi pemain termuda kelima di Era Terbuka yang mencapai lima final tunggal putra turnamen grand slam.

Tapi, dia masih berada sejengkal di belakang para legenda tenis dunia yang meraihnya dalam usia lebih muda. Kelimanya adalah Mats Wilander, Bjorn Borg, Rafael Nadal, dan Boris Becker.

5.Pertama duel peringkat 1 vs 2

Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz merupakan petenis peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final turnamen grand slam untuk pertama kalinya sejak dalam 12 tahun.

Terakhir pemain peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final turnamen grand slam adalah Novak Djokovic dan Rafael Nadal di US Open 2013.

Sedangkan petenis peringkat satu dan dua dunia yang maju ke final French Open terakhir kali terjadi pada tahun 1984, saat John McEnroe dan Ivan Lendl bertemu di partai penentuan. (*)


Editor : Zulfirman