Ini Alasan Bey Machmudin Hadiri MPLS di SMAN 5 Kota Bekasi
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengaku, kehadirannya di kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Kota Bekasi bukan tanpa sebab.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bekasi - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengaku, kehadirannya di kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Kota Bekasi bukan tanpa sebab.
Kedatangan Bey Machmudin ke SMAN 5 Kota Bekasi untuk memantau MPLS itu tak lain sebagai bentuk apresiasi karena sekolah tersebut menjadi yang pertama melakukan verifikasi faktual dalam masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) beberapa waktu lalu.
"Tadi MPLS di SMAN 5 Kota Bekasi. Kenapa saya mulai di SMA Negeri 5 Bekasi, karena saya dengar dari Plh Kadisdik (Ade Afriandi) karena SMAN 5 Bekasi yang pertama melakukan verifikasi ke lapangan," ujar Bey Machmudin di Kota Bekasi, Senin 15 Juli 2024.
Sebab itu, apresiasi kata dia sepantasnya diberikan kepada SMAN 5 Kota Bekasi, karena memiliki semangat yang sama dengan Pemprov Jabar untuk meminimalisir kecurangan di PPDB.
"Jadi ada niat yang sama dengan kami, menegakkan aturan. Jadi itu apresiasi saya, mengapa saya buka MPLS Jabar di Kota Bekasi," ucapnya.
Seperti diketahui, PPDB 2024 SMA dan SMK telah berakhir sepenuhnya pada Jumat 5 Juli lalu. Dimana kecurangan masih terjadi dalam pelaksanannya, terutama di sistem zonasi.
Total 223 calon peserta didik (CPD) didiskualifikasi karena terbukti mengakali domisili untuk bisa mencurangi sistem zonasi. Ke-223 CPD tersebut didiskualifikasi, setelah petugas PPDB melakukan kroscek verifikasi faktual ke alamat siswa yang diduga bukan tempat tinggal sebenarnya.
Kasus kecurangan tertinggi terjadi di Kota Bandung, dengan total 106 CPD yang didiskualifikasi. Paling banyak terjadi di SMAN 3 Kota Bandung sebanyak 68 CPD.
Editor : Doni Ramdhani

