Ini Alasan Pemprov Jabar Pilih Kamis sebagai Hari WFH Sepanjang 2026

Pemprov mengungkapkan alasan mengapa Kamis dipilih sebagai hari diterapkannya work from home (WFH) 100 persen sepanjang 2026.

Ini Alasan Pemprov Jabar Pilih Kamis sebagai Hari WFH Sepanjang 2026
Alasan Kamis dipilih sebagai hari WFH 100 persen.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengungkapkan alasan mengapa Kamis dipilih sebagai hari diterapkannya work from home (WFH) 100 persen sepanjang 2026.

Kebijakan tersebut bukan diambil secara acak, melainkan berdasarkan hasil simulasi yang dinilai paling efisien.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa simulasi WFH yang dilakukan sebelumnya menunjukkan Kamis sebagai hari dengan tingkat efisiensi tertinggi dibandingkan hari kerja lainnya.

“Kenapa bukan Senin atau Rabu? Kalau melihat dari hasil simulasi, Kamis itu relatif lebih efisien,” kata Dedi.

Menurut Dedi, Pemprov Jabar telah melakukan simulasi WFH pada akhir 2025 untuk mengukur dampaknya terhadap kinerja dan biaya operasional. 

Dari evaluasi tersebut, hari Kamis dinilai mampu menekan penggunaan listrik, internet, serta konsumsi air secara signifikan tanpa mengganggu ritme kerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemilihan Kamis juga dinilai tidak terlalu mengganggu pelayanan publik dan koordinasi antarperangkat daerah, dibandingkan jika WFH diterapkan pada awal atau pertengahan pekan.

Meski WFH diberlakukan 100 persen setiap Kamis, Dedi menegaskan kebijakan tersebut tetap bersifat fleksibel. Dalam kondisi tertentu atau kebutuhan khusus, ASN masih dimungkinkan untuk masuk kantor.

“Kebijakannya dinamis. Nanti akan ditegaskan dalam keputusan gubernur terkait jam kerja perangkat daerah, dengan mempertimbangkan kebijakan dari pusat dan aspek efisiensi,” ujarnya.

Pemprov Jabar menekankan bahwa penyesuaian tetap bisa dilakukan agar pelayanan publik dan target kinerja ASN tidak terganggu.


Editor : Firda Rachmawati