Ini Fokus Andy KR Garna Sebagai Ketua Umum Pengprov PESTI Jabar Periode 2025-2030
Kepengurusan Pengurus Provinsi Persatuan Soft Tennis Indonesia Jawa Barat (Pengprov PESTI Jabar) periode 2025-2030 pimpinan Andy KR Garna resmi dilantik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepengurusan Pengurus Provinsi Persatuan Soft Tennis Indonesia Jawa Barat (Pengprov PESTI Jabar) periode 2025-2030 pimpinan Andy KR Garna resmi dilantik.
Pelantikan Andy KR Garna sebagai pucuk pimpinan Pengprov PESTI Jabar dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PESTI M Awal Chairuddin di Hotel Pullman, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 16 Desember 2025.
Ketua Umum Pengprov PESTI Jabar Andy KR Garna mengatakan, langkah pertama yang selama ini menjadi prioritas utama adalah membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) baru.
“Karena memang secara faktanya kepengurusan kita di Pengcab itu memang kurang sampai saat ini. Maka kita harus segera bisa membentuk Pengcab baru. Kemudian mendorong para Pengcab-pengcab ini untuk segera mengirimkan daftar atlet yang bisa ikut Porprov nanti,” ujar Andy.
Ia menargetkan untuk bisa memiliki 10 Pengcab yang akan membantu Pengprov PESTI Jabar. Sehingga pendistribusian atlet semakin lebih banyak.
“Cuma saat ini yang aktif itu tujuh (Pengcab) Nah tiga ini termasuk ada dari Cianjur yang sudah berkomitmen sudah akan dibentuk, kemudian Sumedang. Sama Kabupaten Bandung Barat. Jadi kita sudah diberi keluasan oleh KONI untuk yang penting data atletnya dulu dikirimkan, Pengcabnya ini menyusul, tapi kita sudah berkomitmen untuk dibentuk,” tuturnya.
Andy akui sejauh ini beberapa daerah kekurangan atlet. Karena itu, pihaknya akan berusaha membantu dengan meminta Pengcab mengutamakan mencari bibit dan pembinaan.
“Yang sudah siap seperti Kabupaten Bogor ya memang fokusnya prestasi gitu. Tapi yang belum, misalkan yang memang baru kemudian populasi atletnya belum terlalu banyak, kemudian olahraganya sendiri belum dikenal, itu fokus tahun pertamanya adalah untuk pemasalan, kemudian pencarian bibit, pembinaan gitu,” katanya.
Selain Pengcab, Andy akan membenahi dan menyempurnakan tata kelola organisasi. Terutama mengenai standar operasional prosedur (SOP), tata kelola keuangan hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
“Pertama kita mau rumuskan rencana aksi untuk program 100 hari. Program 100 hari kita itu kan antara lain aktivasi tiga Pengcab itu harus kita capai dalam masa 100 hari pertama. Kemudian penyelenggaraan Kejurda. Lalu perbaikan tata kelola yang paling utama adalah tata kelola keuangan yang kita mau tetapkan dulu supaya alur penggunaan keuangannya bisa lebih transparan dan lebih akuntabel,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

