Ini Identitas Tiga dari Empat Korban Meninggal Akibat Longsor Galian C Gunung Kuda di Cirebon

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melansir identifikasi tiga dari empat korban meninggal dunia akibat longsor galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Ini Identitas Tiga dari Empat Korban Meninggal Akibat Longsor Galian C Gunung Kuda di Cirebon
Petugas mengidentifikasi tiga dari empat korban meninggal dunia akibat longsor galian C Gunung Kuda di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabypaten Cirebon.

INILAHKORAN, Cirebon – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melansir identifikasi tiga dari empat korban meninggal dunia akibat longsor galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Tim SAR Cirebon mencatat ada empat orang yang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa longsor galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat 30 Mei 2025.

Tiga di antara korban itu sudah berhasil diidentifikasi. Pertama adalah Andri. Pria berusia 41 tahun itu berasal dari Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Sedangkan dua lainnya adalah warga Kabupaten Cirebon. Mereka terdiri dari Sukadi dan Sanuri dalam rentang usia hampir sama.

Sukadi, pria berusia 48 tahun, tercatat sebagai warga Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Sementara Sanuri (47) merupakan warga Desa Semplo, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Selain itu, 4 orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke Rumah Sakit Sumber Hurip, Kabupaten Cirebon.

BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon untuk melakukan assessment dan evakuasi. 

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, Inafis Polresta Cirebon, Puskesmas, Polsek Dukupuntang, Koramil Dukupuntang, Camat Dukupuntang, dan masyarakat sekitar saat ini masih melakukan evakuasi dan pendataan.

"Kondisi terkini masih dalam pendataan dan upaya evakuasi. BPBD Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi bencana susulan," kata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat. (*)


Editor : Zulfirman