Ini Langkah Dinsos Jawa Barat Hadapi Masalah PMKS Hingga PSK Kambuhan yang Kembali ke Jalan

Berbagai upaya dilakukan DInsos Jawa Bawat untuk mengatasi masalah PSK hingga PMKS dan permasalahan sosial lainnya

Ini Langkah Dinsos Jawa Barat Hadapi Masalah PMKS Hingga PSK Kambuhan yang Kembali ke Jalan
Dinsos Jawa Barat menegaskan berbagai upaya dilakkan untuk mengentaskan masalah sosial termasuk PMKS dan PSK.

INILAHKORAN, Ngamprah - Maraknya pekerja seks komersial (PSK) yang kembali ke profesinya usai terjaring razia menjadi 'PR' tersendiri bagi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat.

Pasalnya, hal tersebut menjadi permasalahan ekonomi yang harus masuk dalam prioritas penanganan lantaran disebabkan desakan kebutuhan ekonomi yang kembalinya para PSK.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, pihaknya menyiapkan dua lokasi pembinaan bagi PSK yang diharapkan bisa alih profesi pekerjaan.

Baca Juga: Ubah Paradigma Panti Sosial, Dinsos Jawa Barat Lakukan Transformasi Lewat Berbagai Inovasi Program

"Lokasinya di wilayah Sukabumi dengan kapasitas 50 orang dan di Cirebon yang mampu menampung 70 orang," katanya saat ditemui di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ia menyebut, di dua lokasi tersebut para PSK bakal diberikan pelatihan agar dengan berbagai keahlian seperti di Cirebon.

"Sedangkan untuk di Sukabumi selain diberi berbagai keahlian, pembinaan agamanya juga diperkuat," sebutnya.

Ia menilai, persoalan lingkungan juga turut berpengaruh terhadap hidup yang akan dijalani oleh PSK seusau menjalani pembinaan.

Baca Juga: Unpad Serahkan 850 Bingkisan Berisi Paket Sembako kepada 15 Panti Asuhan dan Pesantren

"Jika lingkungannya tidak mendukung, bukan tidak mungkin mereka kembali lagi ke profesi terlarangnya," ujarnya.

Terlebih, sambung dia, mereka yang masih berusia muda dan masih punya nilai jual. Menurutnya, kalau itu terjadi, bukan semata-mata karena kegagalan saat pembinaan di panti rehabilitasi.

"Karena faktor penyebabnya banyak dan yang paling dominan adalah lingkungan terdekatnya," ujarnya.

Seperti diketahui, Dinsos Jawa Barat saat ini tengah gencar melakukan program transformasi di panti yang kerap diidentikkan dengan tempat sosial.

Baca Juga: Terciduk! Dua Pelaku Prostitusi Online di Soreang, 2 Korban di Bawah Umur Disekap dan Dipaksa Jadi PSK

Kendati demikian, program yang tengah gencar dilakukan tersebut tidak hanya berlaku bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan difabel saja.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat Dodo Suhendar mengatakan, program inovasi yang dilakukan pihaknya juga berlaku bagi wanita rawan sosial ekonomi atau mantan pekerja seks komersial.

"Program ini juga berlaku bagi wanita kepala rumah tangga," katanya kepada wartawan.

Kendati demikian, lanjut dia menjelaskan, lantaran kuota yang terbatas maka tidak semua peserta bisa ditampung.

Baca Juga: Lagi, Sejumlah Agen E-Warong di KBB Mengaku Diintimidasi Supplier, Begini Tanggapan Dinsos KBB

"Seperti tahun sebelumnya kuota mencapai 300 pada saat pandemi berkurang hanya 150 orang," sebutnya.

Ia menyebut, di Sukabumi dan Cirebon pun sudah ada panti rehabilitasi.

"Harapannya bisa ada alih profesi dari para eks pekerja seks komersial," sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya bakal hadirkan figur sebagai role model yang telah berhasil untuk testimoni.

"Figur dihadirkan agar menjadi motivasi bagi yang lainnya," pungkasnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran