Ini yang Diwaspadai Disperindag Jabar Terkait Ketersediaan dan Harga Komoditas Pokok Jelang Ramadan Bulan Depan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat telah mengambil ancang-ancang, menghadapi Ramadan yang akan dilaksanakan bulan depan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat telah mengambil ancang-ancang, menghadapi Ramadan yang akan dilaksanakan bulan depan.
Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani mengatakan, persiapan untuk Ramadan bahkan Lebaran tahun ini tidak akan berbeda ketika menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 kemarin. Sebab sama-sama merupakan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Meski untuk Ramadan dan Lebaran, diakuinya kebutuhan masyarakat akan komoditas pokok dipastikan lebih besar ketimbang Nataru.
Maka dari itu, sejumlah persiapan sudah direncanakan, guna mengantisipasi adanya gagal panen komoditas pokok ataupun gangguan distribusi.
"Kebetulan sekarang Satgas Pangan dibentuk secara vertikal. Jadi kami sih optimistis dalam posisi siap, untuk melakukan upaya mitigasi dan persiapan terhadap Ramadan dan Lebaran nanti," kata Nining pada INILAHKORAN.ID, Kamis 8 Januari 2026.
Sejak Januari ini kata dia, bersama Satgas Pangan, Disperindag Jabar telah mempersiapkan antisipasi kepada komoditas yang berpotensi terganggu.
"Jadi kita melihat adanya ketidakpastian iklim, jadi produk agrikultur seperti cabai, bawang diperhatikan," ucapnya.
Selain itu, produk yang dihasilkan dari luar Jabar juga diwaspadai seperti gula pasir, tepung terigu dan daging sapi.
"Karena kita masih bergantung dari luar. Nah, di posisi itulah yang kemudian akan kami pantau terus," katanya.
Selebihnya, seperti beras dan minyak kata dia, ketersediaannya surplus di Jabar hingga Lebaran berakhir nanti.
Dia berharap, melalui pengawasan secara intensif, mampu memitigasi ketersediaan dan lonjakan harga. Sehingga harga komoditas pokok bisa stabil dan tidak terjadi inflasi.
"Kita berharap, dalam posisi kita melakukan pengawasan, kita berharap bisa mengantisipasi," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

