INILAH, Purwakarta - Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, saat ini tengah merancang formasi baru untuk mengisi kekosongan guru. Mengingat, ratusan guru di wilayah tersebut tahun ini telah memasuki masa pensiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menuturkan, di tahun ini jumlah guru yang memasuki masa pensiun lumayan cukup tinggi. Mereka, merupakan guru umum dan guru inpres yang selama ini mengajar di SD dan SMP.
"Tahun ini, tercatat ada 118 guru yang pensiun. Sebagian besarnya, merupakan guru inpres," ujar Purwanto kepada INILAH, di kantornya, Selasa (9/4/2019).
Purwanto memprediksi, gelombang pensiun untuk guru masih terjadi hingga 2020 mendatang. Untuk itu, pihaknya sudah harus segera melakukan formasi guna mengisi kekosongan guru ini.
"Dari catatan kami, sampai 2020 mendatang guru yang pensiun mencapai 319 orang. Ini, merupakan gelombang pensiun yang cukup besar. Jadi, imbasnya pasti kita kekurangan guru ASN," jelas dia.
Terkait kekurangan guru ASN, dia menambahkan, jumlahnya cukup banyak, yakni sekitar 1.800 lagi. Adapun upaya untuk menutupi kekurangan ini, salah satunya dengan mengandalkan kehadiran guru honorer.
"Kalau mengandalkan atau menunggu guru ASN, kita pasti keteteran. Karena, dari rekrutmen CPNS jumlahnya tidak bisa mencukupi dalam waktu singkat," tambah dia.
Tahun ini saja, lanjut dia, Disdik Purwakarta hanya mendapatkan jatah CPNS guru sebanyak 213 orang. Jadi, tetap saja kekurangan gurunya cukup besar. Artinya sekolah-sekolah masih tetap mengandalkan guru honorer.