IPB University Ringankan UKT Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh dan Sumatera
IPB University melanjutkan aksi peduli bencana Sumatera dan Aceh ke langkah jangka menengah yang salah satunya peninjauan kembali Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa terdampak bencana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - IPB University melanjutkan aksi peduli bencana Sumatera dan Aceh ke langkah jangka menengah yang salah satunya peninjauan kembali Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa terdampak bencana.
Bentuk konkretnya mulai dari pembayaran secara dicicil, menurunkan nilai UKT, membebaskan pembayaran UKT untuk mahasiswa yang mengambil cuti akademik, hingga menggratiskan sepenuhnya.
Sebelumnya, IPB University melakukan berbagai kegiatan tanggap darurat di wilayah yang dilanda bencana banjir bandang Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Aksi jangka pendek (tanggap darurat) dilakukan berupa pengiriman bantuan pangan, obat-obatan, pipanisasi untuk mengalirkan air bersih, paket peralatan internet berbasis satelit, hingga pengiriman dokter, dosen, mahasiswa untuk melakukan pelayanan kesehatan dan gizi, serta pendampingan dan pemulihan psikis korban terutama bagi kelompok rentan (anak-anak, lansia, wanita hamil/menyusui).
Rektor IPB University Alim Setiawan Selamet memaparkan, untuk aksi jangka menengah peduli bencana Sumatera dan Aceh pihaknya menyiapkan sejumlah langkah di antaranya penguatan transisi dari pangan darurat ke pangan yang lebih stabil dan pemulihan psikososial lanjutan.
"Kemudian kami melakukan reaktivasi pertanian, membangkitkan kembali UMKM serta peninjauan kembali UKT untuk mahasiswa terdampak bencana," ungkap Alim dikutip, Senin 5 Januari 2026.
Alim menjelaskan, terkait UKT akan diberlakukan beberapa level kebijakan, mulai dari pembayaran secara dicicil, menurunkan nilai UKT, membebaskan pembayaran UKT untuk mahasiswa yang mengambil cuti akademik hingga menggratiskan sepenuhnya.
"Kebijakan ini akan diberlakukan minimal selama 1 semester. Kami sedang mengkaji formula yang tepat untuk masing-masing mahasiswa terdampak bencana," jelasnya.
Alim menerangkan, Kemdiktisaintek mendanai empat proposal yang diajukan IPB University untuk aksi tanggap darurat maupun rehabilitasi yaitu distribusi logistik, layanan kesehatan dan gizi, pendampingan psikososial serta mitigasi juga edukasi kebencanaan.
"Sementara untuk jangka panjang, IPB University akan memberikan beragam kebijakan afirmasi yang akan diprioritaskan untuk daerah yang terkena bencana tersebut. Seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Program Dosen Mengabdi, beasiswa untuk mahasiswa baru asal wilayah bencana, serta beragam studi/kajian kebencanaan," tuturnya.
Editor : Doni Ramdhani

