Irman Gusman Minta Pemerintah Segera Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh

Anggota DPR RI, Irman Gusman meminta pemerintah segera tetapkan status darurat bencana di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

Irman Gusman Minta Pemerintah Segera Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumbar, Sumut, dan Aceh
bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar

INILAHKORAN - Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status Bencana Nasional setelah banjir bandang dan longsor besar melanda tiga provinsi: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (28/11) malam, Irman menegaskan bahwa skala kerusakan di tiga wilayah tersebut telah melumpuhkan kehidupan masyarakat, merusak infrastruktur utama, serta memutus akses transportasi darat, laut, hingga udara. Menurutnya, tingkat kehancuran yang terjadi sudah jauh melampaui kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan secara mandiri.

Desakan ini muncul setelah Irman gagal terbang ke Padang akibat cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur yang membuat sejumlah rute transportasi terganggu. Penerbangan yang seharusnya ia tumpangi pada Jumat subuh terpaksa dibatalkan hanya beberapa jam sebelum jadwal keberangkatan.

“Situasi di Sumbar betul-betul darurat. Ini bukan lagi bencana biasa. Negara harus hadir secepat dan setegas mungkin,” ujarnya.

Irman menyebut kondisi Sumbar, Sumut, dan Aceh saat ini benar-benar memperlihatkan bagaimana wilayah terdampak terisolasi. Padahal, dirinya telah dijadwalkan melakukan agenda kemanusiaan, termasuk meninjau korban banjir dan longsor di Batu Busuk, Kota Padang, serta beberapa titik bencana lainnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan masyarakat mendapatkan penanganan cepat, distribusi logistik berjalan, dan pemerintah daerah tidak dibiarkan bekerja sendiri di tengah bencana berskala besar. Timnya di Sumbar bahkan sudah lebih dulu bergerak menyalurkan bantuan ke sejumlah lokasi sejak beberapa hari terakhir.

Irman juga mengungkapkan bahwa bencana ini turut memengaruhi berbagai kegiatan publik.
Acara syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiyah yang rencananya digelar di Pondok Pesantren Diniyah Puteri Padangpanjang terpaksa ditunda.
Kejuaraan Minang Geopark Run 2025 di Bukittinggi yang dijadwalkan berlangsung Minggu (30/11) juga ditangguhkan demi keamanan peserta.

Penundaan sejumlah agenda besar tersebut, menurut Irman, menjadi sinyal kuat bahwa kondisi bencana telah mencapai tingkat krisis serius. Ribuan warga mengungsi, jalur distribusi terputus, dan potensi bertambahnya korban jiwa masih terbuka.

Karena itu, ia menilai status Bencana Nasional harus segera ditetapkan agar seluruh kekuatan negara — BNPB, TNI, Polri, kementerian terkait, hingga dukungan internasional bila diperlukan — dapat dimobilisasi penuh.

“Bangsa ini tidak boleh menunggu lebih banyak korban. Kita perlu bergerak cepat. Setiap jam sangat berarti,” tegasnya.


Editor : Firda Rachmawati