Isi Surat Wasiat Siswi SMP yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Minta Maaf ke Ibunda hingga Ingin Dimakamkan Dekat Ayahnya

Dalam isi surat wasiat yang beredar di media sosial, siswi SMP yang diketahui berinisial P mengaku bahwa rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian di Stasiun Lemahabang.

Isi Surat Wasiat Siswi SMP yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Minta Maaf ke Ibunda hingga Ingin Dimakamkan Dekat Ayahnya
Isi Surat Wasiat Siswi SMP yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Minta Maaf ke Ibunda hingga Ingin Dimakamkan Dekat Ayahnya

INILAHKORAN, Bandung - Isi surat wasiat siswi SMP yang nekat akhiri hidup dengan menabrakkan diri ke kereta api tengah ramai diperbincangkan.

Dalam isi surat wasiat yang beredar di media sosial, siswi SMP yang diketahui berinisial P mengaku bahwa rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian di Stasiun Lemahabang.

Selain itu, korban juga meninggalkan nomor telepon yang disebut-sebut nomor telepon milik kekasih korban.

"Saya neng Putriyan, saya tinggal di deket pom bensin Al- Barkah Urip Sumoharjo. tolong siapapun yang temui surat ini, tolong sampaikan kepada ibu saya (Mulyanah)

Mah Maafin Dede belum bisa jadi yang terbaik buat mamah, Dede selalu nyusahin mamah. Untuk hari ini Dede gak bisa pulang kerumah mamah," tulis korban dalam surat wasiat.

Di surat wasiat itu korban mengaku aksi bunuh diri tersebut dilakukan lantaran korban ingin menyusul sang ayah yang telah meninggal dunia.

Dia juga meminta agar bisa dimakamkan di samping makam ayahnya.

"Dede pengen ngikut bapak, soalnya bapak di kuburan. Dede nyusul bapak ya mah, maafin neng mah, mamah gak usah mikirin neng. Neng sayang sama mamah. Pesen neng. Neng pengen di kubur samping kuburan bapak.

Tolong Hubungi nomor ini 0853-1366-5434
Itu no pacar saya," tulis korban dalam surat yang ditinggalkan.

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja putri berusia 14 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri ke kereta api.

Siswi SMP yang diketahui berinisial P ini tiba-tiba loncat ke jalur kereta di Stasiun Lemahabang, Desa Simpangan, Cikarang Utara, pada Selasa 27 Agustus sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, korban terlihat mengenakan baju hitam dan mondar-mandir di peron sebelum akhirnya melompat dan tertabrak kereta api.


Editor : Firda Rachmawati