Virus Covid 19 Masih Mengancam di Tahun 2022, Ridwan Kamil Ajak Jaga Keberhasilan 2021
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak seluruh elemen untuk menjaga keberhasilan penanganan Covid 19 di tahun 2021 sebagai bekal di 2022
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung-virus Covid 19 masih mengancam di tahun 2022, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak berbagai pihak untuk menjaga keberhasilan menyikapi Pandemi Covid 19 di 2021 lalu.
Ridwan Kamil pun mengaku bersyukur dapat menutup tahun 2021 dengan banyak berita baik terkait penanganan virus Covid 19 yang dapat menjadi modal mengarungi tahun 2022.
Karena itulah Ridwan Kamil mengajak seluruh elemen untuk terus mempertahankan keberhasilan menangani pandemi virus Covid 19 di tahun 2021 dalam menyambut tahun 2022.
"Jadi kita syukuri ending di 2021 ini. Allah memberikan banyak berita baik yang harus kita jaga di 2022 dengan kewaspadaan ya," ujar Ridwan Kamil, Minggu 2 Januari 2021.
Jabar sendiri pernah mengalami kelangkaan oksigen, namun permasalahan tersebut dapat diatasi secara bertahap.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sejak 26 Juli 2021 telah mengoperasikan stasiun pengisian oksigen (filling station oksigen) di 5 daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bekasi (Cikarang), Kota Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Cirebon.
Baca Juga: Hari Pertama Tahun Baru 2022, Bayi 9 Bulan di Garut Positif Covid-19
Stasiun pengisian oksigen diharapkan mempercepat distribusi oksigen medis ke rumah sakit. Sementara untuk kebutuhan oksigen masyarakat, Jabar menginisiasi Oksigen Masyarakat Jawa Barat (OMAT) sebagai solusi.
"Dulu, teori oksigen 2021 kita gelagapan sudah harus ke Cina ke mana sekarang sudah mantap presentasinya sudah dihitung kita punya oksigen generator ada banyak di rumah sakit kita beli, insyaallah lebih siap," katanya.
Dia mengaku, banyak hikmah yang dialami terkait penanganan pandemi di Jabar dalam kurun dua tahun terakhir ini. Menurut dia keberhasilan 2021, karena kepemimpinan satu komando.
Baca Juga: Shin Tae Yong Curhat, Timnas Indonesia Sehotel dengan Orang-orang Mabuk di Piala AFF 2020
"2020 dulu tercerai-berai PBB itu pilihan sekarang ke PPKM tidak berlebihan 1 komando," katanya.
Selain itu, dia mengatakan pada 2021 juga berita baik terjadi pada ketersediaan dosis vaksin di Jabar. Hal ini perlu disyukuri, mengingat vaksinasi merupakan benteng pertahanan dari kehadiran Covid-19.
"Perbedaan 2020 vaksin nggak ada, 2021 vaksin melimpah, itu menjadi benteng pertahanan kan begitu," katanya.
Baca Juga: Persib Gelar Latihan Perdana di Bali untuk Jalani Putaran Kedua Liga 1
Selanjutnya, refocusing 2021 lebih bagus, lebih tepat sasaran dan begitu makanya semua indeks-indeks informasi pun positif seperti Indeks ekonomi positif karena vaksinasi tinggi.
"Jadi kita syukuri ending di 2021 ini. Allah memberikan banyak berita baik yang harus kita jaga di 2022 dengan kewaspadaan ya," jelas Ridwan Kamil.
Kendati demikian, dia tidak menampik merasakan dilema dalam menghadapi pandemi terutama ketika menghadapi pihak-pihak yang tidak memahami hadirnya pandemi dengan segala konsekuensinya.
Baca Juga: Inilah Daftar Pemain Persib di Putaran Kedua Liga 1 2021-2022
"Dilema besar sepanjang penanganan Covid itu menjelaskan kepada mereka-mereka yang tidak mau paham itu dilema batin yang paling berat," ungkapnya.
"menjelaskan pentingnya vaksin, menjelaskan uang hilang sehingga hibah tidak ada kan dimarah-marahi contoh seperti jalankan kepotong refocusing karena semua rata-rata ngambil dari infrastruktur," katanya.
Menurut Ridwan Kamil, tidak semua orang memahami seolah pandemi Covid-19 harus diatasi, di sisi lain pula infrastruktur harus tuntas.
Baca Juga: Rejeki Nomplok, Polresta Bandung Bagikan Hadiah 27 Unit Motor bagi Warga yang Ikut Vaksin
Sebagai pemimpin, dia mengaku, harus siap mendapatkan hujatan bully-an dari publik.
"Makanya saya tulis dalam memimpin perlu kesabaran karena tidak semua orang mau paham alasan datangnya sebuah keputusan," katanya.
Menurut dia, memimpin juga harus dengan keikhlasan karena kerja baik, kerja keras itu kewajiban dan kemuliaan, bukan demi pujian atau piala penghargaan.
Baca Juga: Dispora Kabupaten Bogor Akan Memutus Kontrak Kontraktor Stadion Mini Tenjo Karena Dinilai Gagal
Ridwan menambahkan, dilemanya itu lebih mencoba menjelaskan multidimensi Covid ini kepada orang-orang kelompok masyarakat yang tidak mau paham atau tidak mau paham.
"Dan kita tidak boleh marah ya namanya juga masyarakat, semoga saya diberi kesabaran aja terus," pungkasnya.***(Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


