Komisi III DPRD Jabar: Bank bjb Terima Suntikan Modal Rp400 Miliar dari Pemprov Jabar

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Husin memastikan, Bank bjb selaku BUMD terima suntikan modal

Komisi III DPRD Jabar: Bank bjb Terima Suntikan Modal Rp400 Miliar dari Pemprov Jabar
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Husin

INILAHKORAN, Bandung – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Husin memastikan, Bank bjb selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bakal menerima suntikan modal dari pemerintah provinsi (Pemprov) di 2022 ini.

Dia mengatakan dari sekian puluh BUMD milik Pemprov Jabar, hanya Bank bjb yang menerima penyertaan modal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni Tahun Anggaran 2022, sekitar Rp400 miliar lebih. Kini lanjut Husin, statusnya sedang menunggu Peraturan Gubenur (Pergub) Jabar.

“Pada 2022 ini, antara Pemprov dan DPRD sudah sepakat untuk melakukan penambahan modal kepada Bank bjb. BUMD yang mendapatkan penyertaan modal di 2022 ini hanya Bank bjb, yaitu sebanyak Rp410 miliar kalau tidak salah sekitar itu. Nantinya akan dibiayakan sekaligus dari APBD murni 2022 dan sekarang tinggal menunggu Pergub-nya yang tinggal ditandatangani oleh Gubernur Ridwan Kamil,” ujar Husin kepada INILAHKORAN, Selasa (22/2/2022).

Baca Juga: Dewan Minta Pemkot Segera Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng Murah

Husin menjelaskan, penyertaan modal ini harus dilakukan guna memastikan Pemprov Jabar tetap sebagai pemegang saham mayoritas Bank bjb, serta sebagai salah satu upaya agar BUMD tersebut terus berkembang dan meningkatkan kontribusi deviden terhadap APBD, dalam rangka percepatan pembangunan daerah.

“Ini kenapa Bank bjb meminta Pemprov yang saat ini memiliki saham 38 persen untuk menambah modal, itu dikarenakan beberapa faktor. Bukan berarti Bank bjb kurang biaya atau tidak ada biaya. Tetapi sebagai langkah agar Pemprov ini tetap pertahankan jumlah sahamnya dan menjadi pemegang saham mayoritas. Sebab setelah kita lakukan kajian, kalau tidak melakukan penambahan modal. Ada potensi saham Pemprov bakal tergerus dan kebetulan ada beberapa kota dan kabupaten yang sudah siap untuk ambil alih sahamnya,” ucapnya.

“Jadi dengan demikian, akhirnya DPRD bersama Pemprov menyetujui penyertaan modal. Kemudian di sisi lain, suntikan modal ini juga berdampak dengan kinerja agar Bank bjb ini untuk terus berkembang. Serta jelas, ketika saham bisa dipertahankan akan berujung dengan kontribusi deviden dari Bank bjb ke provinsi akan meningkat. Sebab sampai hari ini kita tahu, Bank bjb sudang menyumbang kurang lebih Rp430-450 miliar setiap tahun. Mudah-mudahan dengan penyertaan modal ini, bisa meningkat,” sambungnya.

Baca Juga: Bikin Pangling, Karina aespa Kejutkan Penggemar dengan Model Rambut Pendek Baru

Selain itu kata dia, saran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut menjadi acuan terhadap penyertaan modal kepada Bank bjb. Dimana pertimbangannya, sektor perbankan menjadi salah satu wilayah yang tahan terhadap guncangan dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

“Kemudian ini juga hasil konsultasi kita ke Kemendagri, pada saat BUMD ingin meminta adanya penyertaan modal. Kemendagri menyarankan, penyertaan modal sebaiknya dilakukan kepada BUMD di bidang keuangan. Setelah kita melihat, Bank bjb yang paling sehat dan sudah memberikan kontribusi nyata. Maka kami tidak segan untuk men-support, apalagi memang selama pandemi ini Bank bjb justru memberikan kinerja baik. Makanya kami mendukung untuk penyertaan modalnya,” jelasnya.

Kendati demikian, Husin memastikan pihaknya tetap akan melakukan kontrol terhadap kinerja Bank bjb agar terus berkembang dan menjadi perbankan besar, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga dalam skala nasional.

Baca Juga: Spoiler Forecasting Love and Weather Episode 4: Kerinduan Han Ki Joon kepada Jin Ha Kyung Mulai Muncul

“Tugas kami selanjutnya, sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014. Walaupun Bank bjb sudah melakukan kinerja baik, tetapi tetap kita akan lakukan kontrol. Supaya bisa lebih baik lagi dan terus berkembang. Kalau bisa tidak hanya menjadi favorit di Jawa Barat tetapi juga di nasional,” harapnya.

Sementara terkait wacana Bank bjb untuk melebarkan sayap usahanya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dia memastikan pihaknya akan mendukung penuh dan berharap akan terus berlanjut ke provinsi lainnya, sesuai peluang yang besar kemungkinan dapat diraih.

“Setelah melihat potensi besar di Yogyakarta dan transaksi keuangan juga tinggi, kita sangat mendukung. Apalagi memang ada potensi pangsa pasar yang memang tergarap sepenuhnya oleh BUMD perbankan disana, dalam pengembangan UMKM-nya. Ini makanya ada kemungkinan Bank bjb bisa berkembang disana, selain tentu saja meperkuat kerjasama dan hubungan Pemprov kita dengan Yogyakarta yang saat ini sudah berjalan, dalam percepatan ekonomi,” kata Husin.

Baca Juga: Atap Aula Kantor Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut Terbakar

“Kita harap, provinsi lain yang berpotensi untuk kita kembangkan ya kenapa tidak. Kami dari Komisi III dan saya sebagai anggota, berharap terus ada kerjasama-kerjasama baik yang dilakukan Bank bjb. Tidak hanya di Yogyakarta, tetapi provinsi lain yang memang prospeknya sudah dibaca oleh Bank bjb. Intinya kita mendukung,” tandasnya. (Yuliantono)***


Editor : inilahkoran