Jadi Buah Superfood, Inilah 9 Manfaat Delima untuk Kesehatan Bisa untuk Cegah Kanker

Konsumsi buah ini secara teratur dapat mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kadar kolesterol. 

Jadi Buah Superfood, Inilah 9 Manfaat Delima untuk Kesehatan Bisa untuk Cegah Kanker
manfaat buah delima/freepik

INILAHKORAN, Bandung - Dikenal dengan rasa asam dan manisnya, buah delima memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah yang kaya nutrisi ini mengandung vitamin C dan K, folat, serta kalium, bersama dengan antioksidan kuat seperti punicalagin dan flavonoid. 

Konsumsi buah ini secara teratur dapat mendukung kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kadar kolesterol. 

Khasiat anti-inflamasi delima juga membantu melawan berbagai penyakit, termasuk radang sendi dan beberapa jenis kanker. Menariknya, semua bagian dari buah delima—biji yang berair, kulit, dan bahkan bunganya—menawarkan manfaat kesehatan.

Berikut 9 alasan mengapa buah delima harus menjadi bagian dari diet harian Anda:

1. Kaya akan antioksidan
Baik daging buah delima maupun kulitnya mengandung antioksidan yang kuat, termasuk polifenol dan flavonoid, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Iranian Journal of Pharmaceutical Research. Antioksidan ini membantu menetralkan radikal bebas yang berbahaya dalam tubuh, yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan merusak sel.

2. Sifat anti-inflamasi
Peradangan kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk masalah sendi, penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Buah delima mengandung senyawa antiperadangan yang kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan di seluruh tubuh. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Oxidative Medicine and Cellular Longevity telah menunjukkan bahwa ekstrak buah delima dapat menghambat gejala aktivitas peradangan pada sel kanker usus besar dan mengurangi peradangan di saluran pencernaan. Jadi, konsumsilah buah ini secara teratur untuk meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

3. Melindungi kesehatan jantung
Berkat sifat antioksidan dan antiperadangannya, buah delima dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan. Buah ini dikenal dapat menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan meningkatkan fungsi kardiovaskular secara keseluruhan. 

Satu studi yang diterbitkan oleh Complementary Therapies in Clinical Practice menemukan bahwa mengonsumsi 50 ml jus buah delima setiap hari selama dua minggu menyebabkan penurunan tekanan darah yang signifikan. Selain itu, antioksidan dalam buah delima membantu mencegah kolesterol LDL (jahat), yang merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit jantung.

4. Mengandung sifat antikanker
Buah delima dikenal karena dampaknya yang bermanfaat pada pencegahan dan pengobatan kanker, berkat kandungan antioksidannya yang tinggi, yang membantu mencegah dan memperbaiki kerusakan DNA yang dapat menyebabkan kanker. Penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrients menyoroti kemampuan buah delima untuk menghambat pertumbuhan tumor selama tahap awal kanker hati. Selain itu, penelitian lain dalam Prostate Cancer and Prostatic Diseases mencatat bahwa ekstrak buah delima menekan penyebaran sel kanker, terutama pada kasus kanker prostat.

5. Membantu fungsi otak
kesehatan kognitif yang buruk atau kehilangan memori merupakan bagian dari penuaan. Hal ini terjadi karena proses oksidasi di otak. Namun, mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan dan antiperadangan seperti buah delima bermanfaat bagi kesehatan otak. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Molecular Sciences menunjukkan bahwa ellagitannin dalam buah delima, suatu antioksidan, dapat membantu melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan penyakit Parkinson dengan mengurangi kerusakan oksidatif.

6. Meningkatkan pencernaan
delima merupakan sumber serat makanan yang baik, yang penting untuk kesehatan pencernaan. “Serat mendorong pergerakan usus yang teratur dan mendukung mikrobioma usus yang sehat dengan meningkatkan kadar bakteri usus yang bermanfaat,” kata Anand. Selain itu, sifat anti-inflamasi dan antioksidan dapat membantu mendukung mikrobioma usus Anda dengan mengurangi peradangan dalam sistem pencernaan dan memperbaiki gejala penyakit radang usus seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Anaerobe .

7. Mendukung kesehatan kandung kemih
Meskipun jus cranberry terkenal akan kemampuannya untuk mendukung kesehatan kandung kemih, jus buah delima juga bisa menjadi pilihan yang tepat! Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Nutrients mengungkapkan bahwa orang yang rentan terhadap batu ginjal menunjukkan bahwa ekstrak buah delima dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal. Hal ini disebabkan oleh kandungan polifenol dalam buah delima, yang dapat mengurangi kadar oksalat dan kalsium dalam darah, komponen umum yang ditemukan dalam batu ginjal.

8. Meningkatkan kekebalan tubuh
Buah delima kaya akan beberapa vitamin dan mineral penting, termasuk vitamin C, nutrisi yang dikenal untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh. "Vitamin C merangsang produksi sel darah putih, yang penting untuk melawan infeksi dan melindungi tubuh dari patogen berbahaya," menurut Anand. Selain itu, antioksidan dalam buah delima juga berkontribusi terhadap kesehatan kekebalan tubuh dengan mengurangi stres oksidatif dan peradangan, yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

9. Meningkatkan kesehatan kulit
Kombinasi antioksidan dan vitamin C dalam buah delima berperan penting dalam meningkatkan kesehatan kulit. Senyawa ini membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari, mengurangi tanda-tanda penuaan, dan mendorong produksi kolagen, yang menjaga kulit tetap kencang dan awet muda. 

Ekstrak buah delima juga digunakan dalam produk perawatan kulit karena sifatnya yang melembapkan dan antiradang, sehingga bermanfaat untuk kondisi seperti jerawat dan eksim, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Foods.


Editor : Firda Rachmawati