Jadi Korban Insiden Ledakan di Garut, Mayor Anda Dikenal Sebagai Sosok Prajurit Berdedikasi Tinggi
Mayor Anda yang menjadi salah satu korban ledakan di Garut dikenal sebagai prajurit yang berdedikasi tinggi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Di balik tragedi ledakan mematikan di Garut, tersimpan kisah tentang sosok prajurit militan dan berdedikasi tinggi, Mayor (Cpl) Anda Rohanda.
Ia bukan hanya gugur sebagai korban, tetapi sebagai penjaga negeri yang hingga akhir hayatnya tetap setia pada tugas negara.
Rekan sekaligus sahabat lamanya, Letkol Cpl Bambang Mujianto, mengenang almarhum sebagai figur militer sejati — tegas, disiplin, namun tetap hangat dalam keseharian. Keduanya pernah bertugas bersama di Gudang Pusat Munisi III (Gupusmu III) sejak 2005.
“Beliau itu militan. Ilmu yang dia dapat langsung dipraktikkan di lapangan, tanpa ragu. Seorang peledak sejati,” kenang Bambang, Selasa (13/5).
Mayor Anda dikenal sangat serius saat menjalankan tugas, namun tetap bersahabat dan mudah bergaul di luar jam dinas. Ia menjadi figur panutan, bukan hanya karena kemampuan teknisnya, tetapi juga karena integritasnya.
“Kalau kerja, dia fokus dan disiplin. Tapi orangnya juga slow, suka bercanda. Tegas tapi tetap menyenangkan,” tambah Bambang.
ledakan yang terjadi saat pemusnahan amunisi tak layak pakai di Desa Sagara, Cibalong, Garut, pada Senin (12/5), menewaskan 13 orang — termasuk empat prajurit TNI dan sembilan warga sipil. Mayor Anda adalah satu dari korban yang gugur dalam peristiwa tersebut.
Meski begitu, rekan-rekannya menolak mengaitkan insiden ini dengan kelalaian. Bambang meyakini seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar, apalagi almarhum dikenal sebagai ahli dalam bidang peledakan.
“Tidak mungkin beliau ceroboh. Ini lebih kepada takdir. Dia tahu persis apa yang dia kerjakan,” tegasnya.
Yang membuat kepergiannya terasa makin menyayat, adalah rencana masa depan yang belum sempat terwujud. Mayor Anda dijadwalkan menjadi pelatih generasi baru prajurit usai tugas pemusnahan amunisi tersebut.
“Setelah ini, beliau harusnya jadi pembina dan pelatih adik-adiknya. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,” kata Bambang lirih.
Mayor Anda Rohanda pergi meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan semangat pengabdian yang tak akan pernah padam — untuk rekan sejawat, keluarga, dan Tanah Air yang ia cintai.
Editor : Firda Rachmawati


