Jadi Solusi Ketergantungan ke TPA Sarimukti, Kapasitas Bank Samici Ditingkatkan

Pemkot Cimahi memaksimalkan potensi Bank Samici agar tidak tergantung ke TPA Sarimukti

Jadi Solusi Ketergantungan ke TPA Sarimukti, Kapasitas Bank Samici Ditingkatkan
Pemkot Cimahi mengklaim Bank Samici jadi solusi ketergantungan pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. (Agus Satia Negara/Inilahkoran)

INILAHKORAN.ID - Sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi memaksimalkan Bank sampah Induk Cimahi (Samici) yang telah beroperasi sejak 2014 di Jalan KH Usman Dhomiri, Padasuka.

Hingga tahun 2025, Bank Samici telah memiliki sekitar 2.500 nasabah, terdiri dari 800 unit Bank sampah Kelompok dan sisanya individu, meskipun tidak semua aktif.

Koordinator Bank Samici, Dewi Eriyanti menjelaskan, lembaga ini hanya menerima sampah anorganik yang dapat diolah menjadi nilai ekonomi, dengan kategori hingga puluhan jenis mulai dari plastik  sebanyak 29 jenis, logam sebanyak 14 jenis, kertas sebanyak 12 jenis, kaca 3 jenis, hingga barang elektronik 3 jenis.

"Saat ini kita rata-rata mengelola 1,8 ton sampah per hari. Nilai sampahnya bervariasi, mulai dari kaca dengan harga Rp50 per kilogram hingga aluminium yang mencapai Rp11.000 per kilogram," kata Dewi.

Dewi menyebut, dulu menggunakan sistem tabungan penuh, ada nasabah BSU yang pernah memiliki saldo hingga Rp17 juta, sementara individu bisa meraih jutaan rupiah.

"Kini sistem diubah menjadi lebih fleksibel, nasabah bisa mencairkan hasil tabungan sampah dalam waktu dua hari melalui transfer," sebutnya.

Selain Bank Samici, Pemerintah Kota Cimahi juga bakal meningkatkan kapasitas Tempat Pengolahan sampah Terpadu (TPST) Santiong di Cimahi Utara.

"Melalui program ISWMP yang didanai APBN-Bank Dunia, kapasitas produksi akan dinaikkan dari 50 ton menjadi 80-85 ton per hari dengan upgrade peralatan," sambungnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengungkapkan, saat ini TPST Santiong baru beroperasi pada kapasitas 5-10 ton per hari.

"Kita semula ingin target 100 ton, namun berdasarkan rekomendasi Kementerian PUPR ditetapkan 80 ton," kata Chanifah.

Chanifah menyebut, pihaknya berencana untuk menyebarkan bank sampah hingga ke setiap RW di Kota Cimahi.

"Edukasi dan sosialisasi akan dilakukan lebih masif agar masyarakat sadar bahwa sampah yang dipilah dengan benar bisa memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi beban TPA Sarimukti," sebutnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti