Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Pemkab Bandung Bidik Lonjakan Ekonomi UMKM
Babak penyisihan grup Piala Presiden 2026 di Si Jalak Harupat dimanfaatkan Pemkab Bandung untuk perputaran ekonomi khususnya UMKM
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung membidik peningkatan perputaran ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan babak penyisihan grup Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengatakan, turnamen pra-musim ini diharapkan mampu mendongkrak omzet pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menjadi ajang efektif promosi destinasi wisata Kabupaten Bandung.
"Persib menjadi tuan rumah di Stadion Si Jalak Harupat. Pendukung Arema FC maupun dua tim dari luar negeri tentu akan berdatangan ke stadion untuk menonton pertandingan. Kami siap mempromosikan pariwisata daerah kepada para suporter tim tamu," kata Ali dalam keterangannya di Bandung seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/7/2026).
Grup A Piala Presiden 2026 dihuni oleh Persib Bandung, Arema FC, Tampines Rovers FC (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam). Komposisi ini dinilai sangat berpotensi menarik ribuan suporter dari luar daerah hingga mancanegara.
Potensi tersebut diyakini menggerakkan aktivitas ekonomi di dalam maupun di sekitar Stadion Si Jalak Harupat yang berkapasitas 27.000 penonton.
Jika merujuk pada gelaran Piala Presiden 2025, sedikitnya 110 UMKM terfasilitasi untuk berjualan di area dalam stadion.
Selain transaksi di area stadion, kedatangan suporter juga memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi pedagang kuliner, penjual atribut, penyedia jasa transportasi, hingga pengelola destinasi wisata di Kabupaten Bandung.
Terlebih lagi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga di Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai Rp141,17 triliun.
Angka ini menjadi komponen terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah dengan porsi mencapai 57,4 persen.
Tingginya angka konsumsi tersebut membuktikan bahwa belanja masyarakat merupakan penggerak utama ekonomi daerah.
Oleh karena itu, penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional ini dinilai sangat strategis untuk menggejot perputaran uang di berbagai sektor.
"Kami melihat masyarakat begitu antusias menyambut Piala Presiden 2026. Tentu ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan omzet para pelaku UMKM," tutur Ali.
Ia menambahkan, perhelatan Piala Presiden 2026 juga menjadi momentum bagi suporter tim tamu untuk mengenal potensi wisata Kabupaten Bandung, sehingga diharapkan mereka akan kembali berkunjung untuk berlibur di kemudian hari.
Editor : Ahmad Sayuti

