Puluhan UMKM Binaan Aprindo dan BSN Unjuk Produk Unggulan di Hari Ritel Nasional

Maira Cookies milik UMKM Bandung berhasil masuk Indomaret, Alfamart, dan Lotte. Namun, kenaikan harga bahan baku membuat produksi turun dari 600 menjadi 200 kar

Puluhan UMKM Binaan Aprindo  dan BSN Unjuk Produk Unggulan di Hari Ritel Nasional
Maira Cookies milik UMKM Bandung berhasil masuk Indomaret, Alfamart, dan Lotte. Namun, kenaikan harga bahan baku membuat produksi turun dari 600 menjadi 200 kar

INILAHKORAN.ID - Puluhan UMKM binaan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendapat kesempatan memperkenalkan produk unggulan mereka, dalam rangkaian Hari Ritel Nasional (HRN) dan Bulan Mutu Nasional 2026 di Cihampelas Walk (Ciwalk), Jumat (6/11/2026).

Keterlibatan puluhan UMKM dalam seminar Produk Lokal Bermutu UMKM, Naik Kelas ke Ritel Modern tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing produk lokal, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk menembus jaringan ritel modern.

Salah satu UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut adalah PT Well Maira Food, dengan brand Maira Cookies milik Endah Permatasari. Pelaku usaha yang merintis bisnis sejak 2021 itu membagikan pengalamannya mengembangkan produk hingga berhasil masuk ke sejumlah jaringan ritel nasional.

"Acara seperti ini sangat membantu kami, terutama untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas," ungkap Endah.

Menurutnya, Hari Ritel Nasional juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkuat branding, memperkenalkan inovasi produk, sekaligus memberikan informasi kepada konsumen mengenai kualitas bahan baku yang digunakan.

Maira Cookies sendiri menghadirkan beragam produk, mulai dari makaroni, bolu, hingga brownies. Produk makaroni menjadi salah satu andalan karena dinilai memiliki peluang pasar yang masih terbuka dan belum banyak digarap pelaku UMKM.

Beberapa variannya antara lain krispi makaroni berbahan dasar putih telur dan kacang almond, serta Pampiron atau Palem Krispi Makaroni yang menggunakan tambahan gula palem untuk menghasilkan aroma dan cita rasa khas Indonesia.

Menariknya, pengembangan produk bolu dan brownies berawal dari upaya memanfaatkan kuning telur yang tersisa dalam proses pembuatan makaroni. Dengan demikian, bahan baku yang sebelumnya tidak digunakan dapat diolah menjadi produk bernilai jual.

Saat ini, produk Maira Cookies telah menjangkau jaringan ritel modern, termasuk Indomaret, Alfamart, dan Lotte. Produk tersebut dipasarkan dalam kemasan praktis dengan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000.

Meski demikian, perjalanan UMKM untuk memperluas pasar tidak terlepas dari berbagai tantangan. Endah mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku, kemasan, hingga tepung almond impor menjadi salah satu kendala dalam menjaga keberlangsungan produksi.

Bahkan, kapasitas produksi yang sebelumnya mencapai 500 hingga 600 karton per bulan kini turun menjadi sekitar 200 karton. Setiap karton berisi 80 bungkus produk.

"Kalau dulu permintaan bisa mencapai 500 sampai 600 karton per bulan. Sekarang produksi sekitar 200 karton per bulan," tuturnya.

Kondisi tersebut semakin menantang karena situasi global turut memengaruhi kestabilan usaha. Endah berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM agar tetap mampu bertahan dan berkembang.

"Harapannya ada kebijakan pemerintah yang bisa membantu dan mendukung para pelaku UMKM agar bisa terus bertahan dan berkembang," katanya.

Kendati menghadapi tekanan biaya produksi, Endah menilai kegiatan Hari Ritel Nasional menjadi momentum penting untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.

Melalui kegiatan yang melibatkan Aprindo dan BSN tersebut, penguatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, dan akses distribusi diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM naik kelas serta memperkuat posisi produk lokal di jaringan ritel modern. 


Editor : Ahmad Sayuti