Jaga Daya Beli, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras 10 Kg ke 33,2 Juta KPM Mulai Juli

Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk periode Juli hingga September 2026, dan menyasar 33,2 juta (KPM)

Jaga Daya Beli, Pemerintah Salurkan Bantuan Beras 10 Kg ke 33,2 Juta KPM Mulai Juli
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono

INILAHKORAN. ID - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk periode Juli hingga September 2026. Program ini menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia guna menjaga daya beli sekaligus menstabilkan harga beras di tingkat konsumen.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan berturut-turut.

"Ini kabar baik untuk masyarakat seluruh Indonesia. Pada bulan Juli, Agustus, dan September, ada bantuan pangan tahap kedua berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta KPM," ujar Maino saat dikonfirmasi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/7/2026).

Berbeda dengan program pada tahun 2025 yang hanya berlangsung selama empat bulan secara berkala (Juni, Juli, Oktober, dan November), pelaksanaan bantuan pangan tahun 2026 ini berjalan lebih masif. Pemerintah menyalurkannya secara berkelanjutan tanpa jeda selama minimal lima bulan alokasi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar perlindungan sosial dan stabilitas pangan nasional terus terjaga.

Dampak Positif terhadap Pengendalian Inflasi Pangan

Ia menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi pangan tahunan hingga Juni 2026 turun menjadi 5,58 persen dibandingkan 6,24 persen pada Mei sehingga semakin mendekati sasaran pemerintah.

 Sementara itu, inflasi pangan bulanan juga menurun dari 0,22 persen pada Mei menjadi 0,14 persen pada Juni dengan komoditas bawang merah, bawang putih, dan beras memberikan andil.

Selain itu, inflasi pangan berdasarkan tahun kalender Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,61 persen atau lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 2,15 persen.

Penurunan inflasi tersebut menunjukkan kondisi harga pangan nasional pada semester pertama 2026 semakin terkendali dibandingkan periode yang sama tahun lalu berkat berbagai intervensi pemerintah.

Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan global yang berpotensi mempengaruhi ketersediaan pasokan beras.

Ia menambahkan pemerintah juga terus memperkuat swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar keberlanjutan program bantuan pangan mampu memperkokoh ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.


Editor : Ahmad Sayuti