Jaga Lahan Cegah Kebakaran

CUACA panas ekstrem meningkatkan risiko kebakaran lahan. Warga diminta waspada terhadap pemicu api.

Jaga Lahan Cegah Kebakaran
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran tampak memadamkan api yang membakar lahan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan, masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran lahan di tengah cuaca panas ekstrem. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat memicu kebakaran terutama ketika vegetasi.(ILUSTRASI/ANTARA)

Oleh : Yogo Triastopo

Rumput yang mengering, tumpukan sampah di ruang terbuka, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa menjadi awal petaka. Di tengah cuaca panas ekstrem, hal-hal yang kerap dianggap sepele itu berpotensi memicu kebakaran lahan di kawasan perkotaan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman tersebut. Warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama ketika vegetasi dan rumput berada dalam kondisi kering.

“Pada dasarnya, saat ini cuaca sedang mengalami panas ekstrem. Beberapa jenis vegetasi menjadi lebih sensitif terhadap kondisi tersebut, terutama vegetasi yang secara alami mengandung zat mudah terbakar seperti pohon pinus dan rumput-rumput kering,” kata Farhan, Kamis (22/10).

Pohon pinus dan hamparan rumput kering menjadi bagian dari vegetasi yang perlu diwaspadai ketika suhu meningkat. Dalam kondisi tertentu, material tumbuhan yang mengering dapat membuat api lebih mudah menyala dan berpotensi menyebar.

Namun, ancaman kebakaran bukan hanya datang dari vegetasi. Tumpukan sampah yang dibiarkan mengering di ruang terbuka juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung.

Farhan meminta tumpukan sampah segera ditangani untuk mengurangi risiko kebakaran. Dia mengingatkan, kondisi sampah yang menumpuk dan mengering dapat menimbulkan potensi bahaya, termasuk akibat gas yang dihasilkan selama proses penguraian.

“Tumpukan sampah juga harus segera dibongkar. Tumpukan sampah yang berada di ruang terbuka, dan dalam kondisi kering dapat menghasilkan gas metana yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran,” ucapnya.

Catatan sementara menunjukkan terdapat sekitar tiga titik kebakaran lahan di Kota Bandung dalam beberapa hari terakhir. Meski jumlahnya belum banyak, kejadian tersebut tetap menjadi peringatan di tengah cuaca panas ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Farhan menegaskan, pemerintah tidak menganggap persoalan ini sebagai ancaman kecil. Pencegahan perlu dilakukan sebelum api membesar dan menjalar ke area lain. (gin)


Editor : Inilahkoran