Jalan Babakan Tiga Penuh Lubang, Dikeluhkan Warga Ciwidey

Jalan Babakan Tiga Penuh Lubang, Dikeluhkan Warga Ciwidey
Sebuah mobil melintas di Jalan Babakan Tiga yang peuh lubang, Sein 2 Maret 2026. (Dani R Mugraha)


INILAHKORAN ID-  Kondisi Jalan Babakan Tiga, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, sangat memprihatinkan. Jalan yang menjadi jalur utama masyarakat setempat dan wisatawan itu, banyak lubang besar bertebaran dimana-mana dan membahayakan para pengguna jalan.

Salah seorang pengguna jalan, Farid Maulana (46) mengatakan,  kondisi jalan seperti itu sudah berlangsung lama, namun belum ada perbaikan signifikan. Bahkan, kian hari kian parah dengan semakin banyaknya lubang yang cukup dalam.

“Kerusakan jalan ini sangat parah, tidak nyaman dilintasi. Apalagi kalau malam dan saat hujan, banyak pengguna motor yang jatuh,” kata Farid, Senin 2 Maret 2026.

Lubang-lubang di jalan tersebut  tidak hanya kecil, tapi juga besar, dan semakin parah di jalur menuju  Desa Kopeng. Saat musim hujan, jalan menjadi becek dan genangan air memenuhi lubang-lubang, membuat perjalanan semakin tidak nyaman.

Seorang pedagang di kawasan Jalan Babakan Tiga, Rizky Eka Wahyudin (29) menambahkan,  kerusakan jalan sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan sekitarnya. Kata dia,  saat hujan turun, lubang-lubang jalan yang tertutup genangan air cileuncang ini sering kali memicu cipratan hingga masuk ke area tokonya, ketika ada kendaraan yang tidak melambatkan lajunya.

Eka bahkan pernah menyaksikan langsung kecelakaan ringan yang menimpa seorang siswi SMA yang berkendara sendirian terjatuh. Beruntung siswi tersebut tidak mengalami luka parah, hanya lecet dan pakaian seragamnya kotor.

Ironisnya, meskipun Dinas PUTR Kabupaten Bandung sudah mengetahui kondisi jalan ini, bahkan kantor UPTD Sapras Jalan berada tidak jauh dengan lokasi Jalan Babakan Tiga, namun tidak ada respon.

Kepala UPTD Sapras Ciwidey, Jajang Supendi mengatakan bahwa jalan tersebut tidak bisa diperbaiki dengan dana pemeliharaan karena memerlukan biaya besar dan harus pihak dinas yang turun tangan.

Jajang juga mengakui adanya laporan dari masyarakat, namun ia  tidak bisa berbuat banyak, karena memang untuk perbaikan berat, bukan menjadi kewenangan dari tingkat UPTD melainkan kebijakan dari Dinas PUTR Kabupaten Bandung. 

“Sudah banyak laporan, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu adalahl kebijakan di Dinas PUTR,” kata Jajang.


Editor : Ahmad Sayuti