Jalan Baruajak Desa Lembang Selesai Diperbaiki, Siap Jadi Jalur Alternatif Menuju Bandung
Jalan Baruajak yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Desa Lembang lantaran kondisi rusak berat telah resmi selesai diperbaiki
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Jalan Baruajak yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Desa Lembang lantaran kondisi rusak berat telah resmi selesai diperbaiki.
Jalan Baruajak sebagian ruas diaspal menggunakan anggaran APBD Kabupaten, sementara sisanya diselesaikan dengan rabat beton dari Bantuan Keuangan (Bankeu) sebesar Rp150 juta yang pelaksanaannya rampung pada Rabu 7 Januari 2026.
Kepala Desa (Kades) Lembang, Dikdik Sadikin mengatakan, kondisi jalan sebelumnya sangat parah dan sudah tidak layak digunakan.
"Jalan Baruajak rusak berat, bahkan beberapa ruas terakhir kali diaspal pada tahun 1992, sedangkan ruas yang pernah diaspal saat kunjungan Wakil Presiden Budiono pada masa kepemimpinan Presiden SBY juga sudah mengalami kerusakan signifikan," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 8 Januari 2025.
Dikdik menuturkan, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap mulai dari hotmix dengan panjang sekitar 250 meter dan dikerjakan pada akhir November hingga awal Desember 2025 menggunakan APBD melalui Ketua Komisi III DPRD Kabupaten, Pither Tuandys.
"Ruas ini meliputi bagian mulai depan Grand Hotel hingga depan Lapang Bentang," sebutnya.
Selanjutnya, kata Dikdik, perbaikan dilakukan dengan rabat beton dengan panjang 113 meter, lebar 4,5 meter, dan ketebalan sekitar 20 cm.
"Menggunakan anggaran sebesar Rp150 juta berasal dari Bankeu Pemprov Jabar, dan pengerjaan berlangsung dari malam hari tanggal 6 Januari hingga jam 4 pagi tanggal 7 Januari, setelah melalui tahap persiapan bekisting dan meratakan permukaan jalan," bebernya.
Dikdik menjelaskan, Jalan Baruajak termasuk dalam kategori jalan kabupaten dan menjadi bagian dari poros penghubung tiga desa yaitu Lembang, Gudangkahuripan, dan Wangunsari yang langsung mengarah ke Kota Bandung.
Meskipun sebagian akses menuju Floating Market melalui bagian awal jalan tersebut, perbaikan ini lebih banyak memberikan manfaat bagi aktivitas sehari-hari warga.
"Selain untuk kebutuhan warga, jalan ini juga bisa menjadi jalur alternatif saat hari akhir pekan yang biasanya terjadi kemacetan, baik menuju Teropong Bintang maupun keluar ke arah Cidadap atau UPI di Kota Bandung," jelasnya.
Dikdik menyebut, jalan rabat beton bakal ditutup sementara hingga 7 Februari 2026, Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memastikan kualitas konstruksi maksimal, meskipun secara teknis bisa digunakan setelah 3 minggu.
Ia menambahkan, peresmian jalan yang telah diperbaiki itu dijadwalkan pada hari Minggu, 25 Januari 2026.
"Awalnya direncanakan pada tanggal 24, namun karena ada acara hajatan warga, kami memindahkannya satu hari kemudian. Pak Ketua Komisi III juga telah menyetujui jadwal tersebut," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti


