Jalan Diponegoro Ditutup, Pemprov Jabar Sebut Rekayasa Jalan Sesuai Andalalin

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi mengatakan, seluruh skenario telah dikaji melalui analisis dampak lalu lintas.

Jalan Diponegoro Ditutup, Pemprov Jabar Sebut Rekayasa Jalan Sesuai Andalalin
istimewa

INILAHKORAN.ID - Wajah pusat pemerintahan segera berubah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema besar, yang akan menggeser arus lalu lintas di jalan Diponegoro, seiring ekspansi kawasan Gedung Sate dan penataan terpadu Lapangan Gasibu hingga Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Langkah ini bukan sekadar rekayasa lalu lintas biasa. jalan Diponegoro yang selama ini menjadi salah satu urat nadi di pusat kota, akan dialihkan posisinya dan bahkan berubah fungsi menjadi bagian dari halaman Gedung Sate.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Agung Wahyudi mengatakan, seluruh skenario telah dikaji melalui analisis dampak lalu lintas (andalalin).

jalan Diponegoro akan dialihkan ke sisi utara Gasibu, tetap terhubung dengan Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Majapahit. Ini sudah berdasarkan hasil andalalin,” ujar Agung, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, perubahan ini menjadi konsekuensi logis dari perluasan kawasan Gedung Sate yang membutuhkan ruang lebih luas, termasuk memanfaatkan sebagian ruas jalan yang ada saat ini.

jalan Diponegoro eksisting akan menjadi bagian dari perluasan halaman Gedung Sate, sehingga arus lalu lintas dialihkan ke sisi utara Gasibu,” ucapnya.

Guna mengantisipasi potensi kemacetan di jalur baru, Pemprov Jabar tidak hanya mengalihkan arus, tetapi juga menyiapkan penataan ulang pada Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Majapahit. Dua ruas ini akan menjadi tulang punggung pergerakan kendaraan setelah rekayasa diterapkan.

Sisi lain, koordinasi lintas pemerintah terus digenjot. Mengingat status jalan Diponegoro sebagai jalan provinsi, sinkronisasi dengan Pemkot Bandung menjadi krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan maupun gangguan lalu lintas saat konstruksi berlangsung.

jalan Diponegoro ini statusnya jalan provinsi. Koordinasi dengan Pemda Kota Bandung dilakukan untuk sinkronisasi rencana konstruksi dan pergerakan arus lalu lintas,” katanya.

Pemprov Jawa Barat memastikan, perubahan besar ini tetap menjaga konektivitas kawasan pusat kota. Di saat yang sama, proyek ini diharapkan menghadirkan wajah baru kawasan Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan yang lebih terbuka, terintegrasi, dan ramah publik.***


Editor : JakaPermana