Jalan Terjal Jannik Sinner Menuju Gelar Wimbledon, Berpotensi Hadapi Djokovic di Semifinal

Upaya petenis nomor satu dunia Jannik Sinner untuk meraih gelar Wimbledon pertamanya bakal menghadapi tantangan berat, termasuk kemungkinan duel klasik dengan sang legenda Novak Djokovic di babak semifinal.

Jalan Terjal Jannik Sinner Menuju Gelar Wimbledon, Berpotensi Hadapi Djokovic di Semifinal
Jalan Terjal Jannik Sinner Menuju Gelar Wimbledon, Berpotensi Hadapi Djokovic di Semifinal

INILAHKORAN, Bandung – Upaya petenis nomor satu dunia Jannik Sinner untuk meraih gelar Wimbledon pertamanya bakal menghadapi tantangan berat, termasuk kemungkinan duel klasik dengan sang legenda Novak Djokovic di babak semifinal.

Begitu hasil undian resmi Wimbledon 2025 diumumkan, peta persaingan langsung memanas dengan potensi bentrokan besar yang menghantui jalan menuju final.

Sinner aan memulai langkahnya di All England Club menghadapi rekan senegaranya, Luca Nardi. Di atas kertas, ini adalah start yang nyaman.

Namun, bayang-bayang Djokovic sudah menanti jauh di depan. Djokovic, yang saat ini menempati unggulan keenam — posisi terendahnya sejak 2018 — membuka perjalanannya melawan petenis Prancis Alexandre Muller.

Djokovic memiliki sejarah yang sangat kuat di Wimbledon. Ia telah tujuh kali menjadi juara, dan jika sukses tahun ini, ia akan menyamai rekor delapan gelar milik Roger Federer. Tak hanya itu, petenis Serbia ini juga punya rekor apik atas Sinner, dengan dua kemenangan krusial dalam dua edisi terakhir: di perempat final 2022 dan semifinal 2023.

Jika keduanya kembali bertemu di semifinal tahun ini, laga dipastikan bakal menjadi magnet utama turnamen. Sinner, yang tampil impresif sepanjang musim 2024 dan kini menjadi penguasa peringkat ATP, tentu ingin membalas dendam atas kekalahan sebelumnya.

Di jalur lain, unggulan keempat asal Inggris, Jack Draper, berpeluang jadi lawan Djokovic di perempat final. Draper akan memulai langkahnya melawan Sebastian Baez, lalu berpotensi menghadapi lawan berat di babak ketiga: Alexander Bublik, juara Halle yang sedang dalam performa terbaik.

Di paruh bawah undian, petenis muda Spanyol Carlos Alcaraz juga menjadi sorotan. Juara bertahan dua kali ini akan memulai langkahnya melawan Fabio Fognini, veteran berusia 38 tahun.

Alcaraz kini dalam 18 kemenangan beruntun—catatan terpanjang sepanjang kariernya. Ia berpotensi bertemu unggulan kedelapan Holger Rune di perempat final.

Jika Alcaraz melangkah ke babak kedua, ia akan menghadapi pemenang antara Oliver Tarvet dan Leandro Riedi, dua petenis debutan di babak utama Grand Slam.

Sementara itu, Alexander Zverev, petenis peringkat tiga dunia yang juga tiga kali menjadi finalis Grand Slam, memulai perjuangan melawan Arthur Rinderknech. Jika berjalan mulus, ia berpotensi bersua petenis Amerika Serikat Taylor Fritz di babak delapan besar.

Fritz, unggulan kelima, akan membuka pertandingan melawan Giovanni Mpetshi Perricard. Menariknya, Fritz memiliki rekor head-to-head 8-5 atas Zverev dan sedang dalam lima kemenangan beruntun, termasuk kemenangan di Wimbledon tahun lalu.

Wimbledon edisi kali ini juga menampilkan banyak wajah baru. Joao Fonseca, bintang muda yang digadang-gadang sebagai masa depan tenis Brasil, akan menghadapi petenis Inggris No. 2 Jacob Fearnley dalam debutnya.

Selain itu, Learner Tien dan Nishesh Basavareddy — dua debutan lainnya — akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket babak kedua melawan Holger Rune.

Petenis muda asal Ceko, Jakub Mensik, juga patut diwaspadai. Ia bisa menghadapi Draper di babak keempat, setelah sebelumnya mengalahkan Draper dalam perjalanan menuju gelar ATP Masters 1000 pertamanya di Miami.

Dengan banyaknya laga potensial yang panas dan pemain muda penuh talenta yang siap mengejutkan, Wimbledon 2025 dipastikan menyajikan pertarungan penuh drama.

Namun, sorotan terbesar tentu mengarah pada apakah Jannik Sinner mampu menembus dominasi Djokovic dan mengukir sejarah baru di London.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan