Jamparing Institute Tanggapi Hasil Survei IPO Pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan pada Pilkada Kabupaten Bandung 2024

Belum lama ini, Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil surveinya terkait elektabilitas pasangan Cabup/Cawabup Bandung. Tingkat elektabilitas pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan jauh di atas pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb.

Jamparing Institute Tanggapi Hasil Survei IPO Pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan pada Pilkada Kabupaten Bandung 2024
Direktur Eksekutif Jamparing Institute Dadang Risdal Azis turut memberikan pandangannya terkait hasil survei tersebut. Ia mengungkap, beberapa alasan yang menjadi keunggulan pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan dengan jargon Alus Pisan itu. Bahkan, ia juga meyakini, jika hasil survei ini terus terjaga, maka pasangan Alus Pisan ini mampu memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung 2024. (rd dani rnugraha)

INILAHKORAN, Soreang - Belum lama ini, Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil surveinya terkait elektabilitas pasangan Cabup/Cawabup Bandung. Tingkat elektabilitas pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan jauh di atas pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb.

Direktur Eksekutif Jamparing Institute Dadang Risdal Azis turut memberikan pandangannya terkait hasil survei tersebut. Ia mengungkap, beberapa alasan yang menjadi keunggulan pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan dengan jargon Alus Pisan itu. Bahkan, ia juga meyakini, jika hasil survei ini terus terjaga, maka pasangan Alus Pisan ini mampu memenangkan Pilkada Kabupaten Bandung 2024.

Sebagai informasi, IPO merilis tingkat elektabilitas pasangan Sahrul Gunawan-Gun Gun Gunawan mencapai 55,7 persen. Sedangkan pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb hanya mengantongi 43,8 persen. Hanya 0,5 persen responden yang memilih tidak menjawab atau merahasiakan pilihannya. Data tersebut merupakan hasil survei pada awal November 2024.

“Kondisi tersebut semakin menguatkan teori bahwa Pilkada memang mempunyai karakteristik kekhususan tersendiri ketimbang pemilihan legislatif. Sisi figuristik lebih kuat daripada akumulasi perolehan suara partai dalam koalisi. Ini (hasil survei IPO) memang masih bersifat gambaran umum. Namun tetapi setidaknya menjadi potret kondisi polarisasi prosentase perolehan Pilkada di Kabupaten Bandung,” kata Dadang Risdal, Kamis 7 November 2024.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut Dadang, selalu tersampaikan bahwa pola kecenderungan preferensi Pilkada berbeda karakteristiknya dengan pemilihan legislatif. Hasil survei IPO, yang notabene merupakan produk ilmiah statistik, membuktikan hal tersebut.

Terkait kredibilitas lembaga survei itu sendiri, kata Dadang, Jamparing Institute menilai, IPO merupakan lembaga survei yang sudah teruji dan terakreditasi. Terdaftar pula menjadi anggota Perkumpulan  Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI). Tentu dalam melaksanakan kegiatan riset survei, lanjutnya, sudah memenuhi kaidah-kaidah penelitian, baik metode dan olah datanya hingga tersaji hasil sebuah penelitian.

“Lembaga survei juga kan terikat kode etik dan aturan. Apalagi yang terhimpun di PERSEPI. Tentu akan sangat menjaga integritas, kompetensi dan independensinya,” ujarnya.

Dadang mengungkap, hasil survei tentunya akan memiliki dampak kepada masing-masing paslon yang bertarung di Pilkada 2024.

“Bagi paslon nomor urut 1, posisi ini (hasil survei IPO) akan semakin menguatkan dan percaya diri meraih kemenangan. Kerja-kerja politik, baik di koalisi partai maupun tim relawan, akan menjadi energi positif yang luar biasa. Tentunya untuk lebih fokus penguatan, konsolidasi, koordinasi dengan seluruh potensi yang ada. Demikian halnya untuk paslon nomor urut 2. Hasil ini, akan mendorong dan meningkatkan kegiatan penggalangan massa agar mampu menyusul ketertinggalan,” ujarnya.

“Saya kira paslon Alus Pisan semakin berlipat energinya. Kang Sugih (Sugianto, mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung 2019-2024) sebagai panglima tim gabungan beserta seluruh jajaran, tentu akan sangat berupaya menjaga serta mengawal posisi ini. Hingga tiba hari H pemungutan suara. Sebaliknya, paslon Bedas pun akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa menyusul ketertinggalan ini,” katanya.

Meski hasil survei IPO ini bukan sebagai kepastian mutlak, kata Dadang, tapi bisa dipastikan kemenangan paslon Alus Pisan sudah dalam genggaman. Hal itu jika menilik selisih gap yang ada yakni sekitar 12-13 persen. Dengan sisa waktu yang menyisakan 20 hari lagi, berdasarkan pengalaman empirik di berbagai Pilkada di Indonesia, meski kemungkinan itu ada, paslon Bedas akan sangat sulit mengejar selisih ketertinggalan ini.

“Keunggulan dan kemenangan paslon Sahrul-Gun Gun ini sudah dalam genggaman. Jangan sampai lepas. Sekarang hanya tinggal fokus merawat dan menjaga suara terutama di grassroot, jangan sampai ada kecolongan. Demikian juga untuk paslon Bedas harus berusaha sangat ekstra keras agar bisa meningkatkan elektabilitas. Kemungkinan untuk bisa menyusul itu ada meski sangat mustahil. Rentang selisih gap 12-13 persen (hasil survei IPO) ini, memang akan sangat sulit terkejar paslon Bedas,” ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani