Janji Kapolrestabes Bandung Meleset, Tim Prabu Mandul, Kelompok Bermotor Makin Merajalela

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono sempat menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan kehadiran Tim Prabu namun pada kenyataannya kejahatan jalanan makin merajalela

Janji Kapolrestabes Bandung Meleset, Tim Prabu Mandul, Kelompok Bermotor Makin Merajalela
Keberadaan TIm Prabu yang kembali diaktifkan Kapolrestabes Badnung Kombes Pol Budi Sartono tak jadi jaminan penurunan kejahatan jalanan. Bahkan, seminggu ini kelompok bermotor makin berulah.

INILAHKORAN, Bandung - kelompok bermotor di Kota Bandung, kembali meresahkan masyarakat. Meski sudah di hidupkan kembali Tim Prabu Lodaya sebagai tim gerak cepat kepolisian di Kota Bandung.

Namun pada kenyatanya kelompok bermotor semakin nekat melancarkan aksi kejahatan jalanan. Keberadaan Tim Prabu Lodaya yang berada di Polrestabes Bandung seakan tak memiliki pengaruh apapun. 

Padahal sebelumnya, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono sempat menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dengan kehadiran Tim Prabu. Namun faktanya belakangan ini banyak masyarakat yang jadi korban dari kelompok bermotor.

Beberapa hari lalu, tepatnya pada Minggu 21 Mei 2023, ada dua kejadian yang diduga dilakukan kelompok bermotor. Pertama terjadi di di Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan Apartemen Panoramic.

Kapolsek Arcamanik, Kompol Adi Surjanto, mengatakan pada saat itu terjadi penganiayaan terhadap seseorang berinisial AND (22). Tak hanya dipukuli, motor korban juga raib dibawa sekelompok orang tersebut.

Korban pun menderita sejumlah luka yang diantaranya, tangan kanan menderita luka memar akibat dianiaya oleh pelaku diduga menggunakan stik baseball.

Kini, korban telah melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi dengan Nomor Laporan STBL/ /V/2023/SPKT/POLSEK ARCAMANIK/Polrestabes Bandung/JAWA BARAT. Polisi sudah melakukan rangkaian penyelidikan atas kasus itu.

"Di lengan tangan kanan aja (lukanya), ada yang pakai alat stik baseball," kata Kapolsek, saat dihubungi, Rabu 24 Mei 2023.

Aksi kelompok bermotor pun kembali terjadi tak lama berselang setelah di Jalan Soekarno Hatta. Kejadian kedua terjadi di Terusan Jalan Jakarta. Aksi kebrutalan gerombolan bermotor itu terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi dan viral di media sosial.

Kapolsek Antapani, AKP Yusuf Tojiri, mengatakan aksi brutal oleh gerombolan bermotor tersebut dipicu adanya kesalahpahaman di antara korban dan para pelaku.

"Permasalahannya adalah kesalahpahaman antara dua kelompok motor," ujar dia.

Pasca kejadian, kata Yusuf, polisi telah mengamankan seorang pelaku berinisial R dan sedang memburu tiga pelaku lainnya yang masih berstatus sebagai DPO.

"Sudah diamankan di Polsek Antapani, dan sudah dilakukan penahanan. Ada DPO tiga," ungkap dia.

Dari dua kejadian tersebut, ada lagi kasus kelompok bermotor yang kini menjadi sorotan. Dimana ada seorang anggota TNI dan istrinya, mengalami pengeroyokan oleh empat orang, di Gegerkalong Hilir, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung pada Kamis (18/5/2023). Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka-luka.

Informasi pengeroyokan yang dialami prajurit TNI dan istrinya itu beredar di media sosial TikTok dan menjadi viral.

Informasi yang dihimpun, kedua korban saling berpapasan dengan para pelaku, saat mengendarai motor. Antara korban dan para pelaku, hampir terjadi tabrakan. Terjadi adu mulut antara pelaku dengan korban. Bahkan pelaku menendang motor korban.

Setelah itu, para pelaku mengeroyok korban. Sementara, pelaku menodong istri korban menggunakan senjata airsoft gun.

Polisi masih memburu pelaku pengeroyokan terhadap anggota TNI tersebut. Penyelidikan sementara, diketahui para pelaku pengeroyokan lebih dari satu orang. Ada pengeroyokan dilakukan oleh kelompok bermotor.

"(Pelaku) kelompok motor, masih dalam pengejaran dan penyelidikan," ujar Kapolsek Sukasari Kompol Darmawan, dalam berita sebelumnya.

Kapolsek menyebutkan jika para pelaku diketahui merupakan kelompok bermotor bernamakan Slaughter.

"Itu anak-anak Slaughter," sambungnya.

Sementara itu, korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena mengalami sejumlah luka. Sedangkan istrinya mengalami memar dan luka di bagian kaki namun tidak dirawat. (Cesar Yudistira)


Editor : Ahmad Sayuti