Jasa Marga Siaga Hadapi Puncak Arus Libur Nataru yang Diprediksi Dimulai Besok
Jasa Marga memprediksi, besok Sabtu 21 Desember 2024 akan menjadi puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jasa Marga memprediksi, besok Sabtu 21 Desember 2024 akan menjadi puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, untuk arus balik Natal akan terjadi di 28 Desember 2024.
Lalu untuk perayaan Tahun Baru 2025 akan terjadi pada 28 Desember dan arus balik di 1 Januari 2025.
Menghadapi momen ini, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di tol. Termasuk peningkayan pelayanan di Tol Cipularang dan Padaleunyi.
“Untuk lalu lintas itu sudah disiagakan mobile crane, petugas derek yang siaga, kemudian koordinasi dengan stakeholder terkait. Bila terjadi gangguan di perjalanan itu dapat segera dilakukan evakuasi dan percepatan penanganan hambatan,” kata Miko di Kantor Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Kota Bandung, Jumat 20 Desember 2024.
Selain itu, pihaknya juga akan menambah mobile riders dan petugas lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan akibat transaksi di pintu tol.
Terlepas dari itu kata Miko, Jasa Marga mengimbau kepada masyarakat yang akan berpergian selama Nataru 2025 untuk dapat memastikan kesiapan kendaraan, kartu elektronik untuk tol dan kesehatan fisik.
Termasuk persediaan makanan sebagai bekal di jalan, untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga selama melakukan perjalanan.
“Ada tanggal yang favorit pas puncak-puncaknya. Nah kalau bisa menghindari perjalanan pada tanggal itu atau mengatur baik mempercepat atau mengakhirkan. Sehingga tidk menumpuk bersamaan di ruas tol Jakarta Cikampek atau di Kota Bandung nya sendiri,” pintanya.
Sementara Senior Manajer RO3 RMT Agni Mayvinna menjelaskan, diperkirakan akan ada kenaikan pada arus Libur Nataru sekitar 21 persen untuk kendaraan di gerbang Kalihurip Utama, bila dibandingkan dengan aktivitas normal. Sedangkan untuk arus balik, kenaikan diprediksi sekitar 25 persen terhadap normal.
“Kita melakukan beberapa treatment di Kalihurip Utama, supaya kendaraan dapat lancar masuk baik ke arah Jakarta maupun Bandung,” tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

