Jasa Marga Siaga Penuh Lebaran 2026, Layanan Tol Cipularang-Padaleunyi Diperkuat
Menghadapi lonjakan mobilitas saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga memastikan seluruh sistem layanan dan personel di ruas Tol Cipularang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Menghadapi lonjakan mobilitas saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, PT Jasa Marga memastikan seluruh sistem layanan dan personel di ruas Tol Cipularang dan Tol Padaleunyi telah dipersiapkan secara maksimal.
Kesiapan tersebut mencakup penguatan layanan transaksi di gerbang tol, peningkatan patroli lalu lintas, hingga kesiagaan petugas teknis di lapangan.
Senior General Manager Jasa Marga Tollroad, Widiyatmiko Nursejati menegaskan, seluruh personel operasional disiagakan untuk memastikan perjalanan pemudik berlangsung lancar, aman, dan nyaman.
Untuk mendukung kelancaran transaksi di gerbang tol, Jasa Marga mengoptimalkan kapasitas gardu agar antrean kendaraan dapat ditekan. Selain itu, petugas top up juga ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu pengguna jalan yang membutuhkan pengisian saldo uang elektronik sekaligus mengatur arus kendaraan agar seluruh gardu transaksi dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Tak hanya pada aspek transaksi, kesiapan juga dilakukan pada layanan lalu lintas. Jasa Marga menyiagakan armada patroli serta petugas teknis yang siap merespons secara cepat apabila terjadi gangguan kendaraan di jalan tol.
“Petugas Jasa Marga akan segera merespon dan segera membantu pengguna yang mengalami gangguan perjalanan serta membutuhkan bantuan, dengan berkoordinasi bersama kepolisian dan tim kesehatan,” ujar Widiyatmiko di Kantor Jasa Marga, Pasteur, Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026.
Jasa Marga juga telah memetakan potensi lonjakan volume kendaraan selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan proyeksi perusahaan, arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju Bandung melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 dan puncak arus balik 24 Maret 2026," ucapnya.
Menurutnya, lonjakan mobilitas kendaraan pada musim mudik tahun ini dipicu oleh panjangnya masa libur Lebaran serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan lebih fleksibel.
Kondisi tersebut diperkirakan membuat frekuensi perjalanan meningkat, terutama menuju Bandung yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit.
"Puncak arus mudik di GT Kalihurip Utama itu terjadi pada H-3 atau Rabu (18/3/2026) sebanyak 39 ribu kendaraan, serta puncak arus silaturahim atau wisata yang lewat di Kalihurip Utama terjadi pada H+1 atau Minggu (22/3/2026) sebanyak 52 ribu kendaraan, sedangkan puncak arus balik di GT Kalihurip Utama terjadi H+3 atau Selasa (24/3/2026) sebanyak 60 ribu kendaraan," paparnya.
Sebagai bagian dari peningkatan layanan kepada pengguna jalan, Jasa Marga juga menyediakan layanan informasi dan bantuan melalui call center nasional di nomor 133 yang dapat diakses dengan lebih mudah oleh masyarakat.
Selain itu, perusahaan juga memberikan insentif berupa potongan tarif tol bagi pengguna jalan selama periode mudik dan arus balik.
"Kami pun tentunya akan memberikan diskon tarif tol yang akan diberlakukan sebesar 30 persen di Tol Cipularang - Padaleunyi (dari Kalihurip Utama ke Cisumdawu Utama) pada pukul 00.00 WIB dari 15 - 17 Maret 2026, dan arus balik di Tol Cipularang - Padaleunyi pukul 00.00 WIB dari 26 - 28 Maret 2026," ungkapnya.
Dengan berbagai langkah kesiapan tersebut, Jasa Marga berharap perjalanan masyarakat menuju kampung halaman maupun kembali dari libur Lebaran dapat berlangsung lebih tertib dan lancar, sekaligus meminimalkan potensi kemacetan di jalur tol utama Jawa Barat.***
Editor : JakaPermana


