Jelang Festival Asia Afrika, Simpang Lima Kota Bandung Dipercantik dengan Sentuhan Ri

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan perapihan kawasan simpang lima, menjelang pelaksanaan Festival Asia Afrika.

Jelang Festival Asia Afrika, Simpang Lima Kota Bandung Dipercantik dengan Sentuhan Ri
Sejumlah petugas mempercantik kawasan simpang lima menjelang Festival Asia Afrika.

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melakukan perapihan kawasan simpang lima, menjelang pelaksanaan Festival Asia Afrika. Penataan sementara, dilakukan mempercantik wajah kawasan yang menjadi salah satu ikon penting Kota Bandung tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pembenahan yang dilakukan saat ini masih berupa penataan ringan. Langkah tersebut, menjadi bagian dari persiapan menghadapi Festival Asia Afrika sekaligus upaya awal menghitung kebutuhan penataan kawasan simpang lima ke depan.

"Kita memberikan perapihan ringan di daerah simpang lima, karena kita mau masuk ada acara Festival Asia Afrika. Sekalian saya sedang menghitung, kira-kira apa yang harus dilakukan untuk bisa membereskan simpang lima yang merupakan salah satu ikon penting di Kota Bandung," kata Farhan, Jumat (10/7/2026).

Dia menjelaskan, penataan simpang lima secara menyeluruh belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena kawasan tersebut berkaitan dengan proyek koridor bus rapid transit (BRT). Ruas Jalan Ahmad Yani hingga Asia Afrika, menjadi bagian dari jalur yang akan ditata bersamaan dengan pengerjaan transportasi massal tersebut.

"Pengennya dari tahun kemarin kita bereskan, tetapi tidak bisa karena ruas Ahmad Yani sampai Asia Afrika adalah ruas on corridor BRT. Jadi kami harus mengerjakan beres-beresnya itu bersamaan dengan proyek pengerjaan BRT," ucapnya.

Dalam penataan sementara ini, Pemkot Bandung memberikan perhatian terhadap sejumlah bangunan bersejarah di sekitar simpang lima. Farhan menyebut, Gedung Pensil dan Gedung Vigano sebagai bangunan cagar budaya yang perlu dijaga keberadaannya.

"Yang pertama kan Gedung Pensil ini cagar budaya. Terus Gedung Vigano ini juga cagar budaya. Gedung Vigano punya swasta, yang Gedung Pensil ini punya BUMN," ujar dia.

Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah memperbaiki tampilan bagian depan bangunan agar kawasan terlihat lebih rapi. Selain itu, pemerintah juga membersihkan sejumlah area yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung.

"Yang penting touch up depannya rapi dulu. Kemudian tidak menjadi tempat tinggal para homeless dan gepeng. Karena jorok sekali, ini lagi kita bersihkan semuanya," jelasnya.

Selain membersihkan kawasan, Pemkot Bandung juga menyiapkan fasilitas pendukung agar masyarakat dapat menikmati suasana simpang lima. Beberapa titik trotoar akan dilengkapi dengan kursi dan pencahayaan dekoratif.

"Itu hanya untuk sentuhan ringan. Jadi beberapa titik trotoar di simpang lima ini akan kita berikan kursi, tempat duduk untuk menikmati pemandangan kota. Nanti kita pasangin beberapa lampu dekoratif," ujar dia.

Farhan menambahkan, penataan simpang lima juga mencakup penertiban elemen yang berpotensi mengganggu bangunan cagar budaya. Salah satunya adalah keberadaan tiang reklame yang menempel pada salah satu bangunan.

"Ada satu tiang reklame yang kayaknya harus kita potong. Melekat ke gedung cagar budaya, jadi harus hati-hati sekali kita memotongnya," tuturnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Festival Asia Afrika, Pemkot Bandung juga menyiapkan rekayasa lalu lintas mengantisipasi kepadatan kendaraan. Sejumlah ruas jalan di kawasan pusat kota akan mengalami pengaturan arus lalu lintas.

"Besok itu akan ada rekayasa lalu lintas, khususnya mulai dari Jalan Naripan, Jalan Sunda satu jalur. Kemudian Asia Afrika, masuk ke Jalan Sukarno sampai ke Jalan Braga," ucapnya.

Pihaknya mengimbau, masyarakat yang akan menghadiri Festival Asia Afrika memperhatikan lokasi parkir yang telah disiapkan. Area parkir akan tersedia di sekitar kawasan Cikapundung dan Naripan.

Selain mengatur lalu lintas, Pemkot Bandung juga memastikan akan menindak praktik parkir liar selama kegiatan berlangsung. Farhan menegaskan, tidak akan memberikan ruang bagi pihak yang melakukan pungutan tidak resmi.

"Parkir liar. Seperti saya janjikan, apabila ada parkir liar kita langsung sikat. Apabila ada yang ngetok, kita langsung sikat juga," tandas dia.***


Editor : JakaPermana