Jelang Ramadan, Dinsos Bandung Tingkatkan Penertiban dan Penanganan PPKS

Dinsos Kota Bandung akan memperkuat penanganan dan penertiban PPPK yang kerap jumlahnya meningkat saat Ramadan

Jelang Ramadan, Dinsos Bandung Tingkatkan Penertiban dan Penanganan PPKS
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, Ramadan menjadi momentum penting memperkuat penanganan Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kota Bandung. 

Ramadan ini sering menjadi momentum bagi PPKS untuk mengais keuntungan, karena masyarakat cenderung lebih dermawan. Karena itu, kami akan memanfaatkan momen ini untuk melakukan penjangkauan lanjutan agar bantuan tidak diberikan di jalan,” kata Yorisa Sativa, Selasa 10 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Dinas Sosial Kota Bandung telah menyiapkan penanganan PPKS tahap kedua menjelang Ramadan. Langkah itu dilakukan menekan keberadaan PPKS di ruang publik, sekaligus memastikan mereka mendapatkan penanganan yang lebih berkelanjutan.

Penanganan awal yang dilakukan pada Januari lalu, dituturkan ia menunjukkan hasil positif. Dari hasil penjangkauan tersebut, sebanyak 76 orang telah ditindaklanjuti dan hampir seluruhnya berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

“Hasil penjangkauan Januari kemarin, sudah kami tindaklanjuti sebanyak 76 orang. Alhamdulillah, dalam waktu sekitar tiga minggu berjalan dengan baik dan saat ini yang masih berada di rumah singgah tinggal dua orang,” ucapnya.

Menurut Yorisa, sekitar 74 orang berhasil direunifikasi atau dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Untuk PPKS asal Kota Bandung, pengembalian dilakukan melalui Dinas Sosial Kota Bandung. Sementara PPKS dari luar daerah dipulangkan ke kota asalnya.

“Untuk yang berasal dari luar kota, kami kembalikan ke daerah asal masing-masing. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kabupaten dan kota lain, termasuk dengan dinas sosial provinsi,” ujar dia.

Menjelang Ramadan, Dinas Sosial Kota Bandung akan meningkatkan intensitas penjaringan PPKS terutama di 17 ruas jalan utama. Program tersebut, akan berjalan seiring dengan upaya penataan dan kreatifikasi kawasan agar PPKS tidak kembali turun ke jalan.

“Fokus kami ada di 17 ruas jalan utama yang akan mendapatkan perhatian khusus. Mudah-mudahan sebelum Ramadan, program ini sudah bisa berjalan,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial, jenis PPKS yang paling banyak terjaring adalah gelandangan dan pengemis termasuk beberapa keluarga yang tinggal di rumah gerobak. Penjangkauan sebelumnya dilakukan di sejumlah titik seperti kawasan Asia Afrika dan Taman Maluku.

Yorisa menambahkan, mayoritas PPKS yang terjaring bukan berasal dari Kota Bandung. “Untuk warga Kota Bandung, yang terjaring itu semuanya wajah baru. Sementara untuk keluarga yang tinggal di rumah gerobak, rata-rata memang tidak memiliki rumah tetap,” tandas dia.


Editor : Ahmad Sayuti