Balita hingga Lansia Terjaring Penjangkauan PPKS Jelang Ramadan di Kota Bandung

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa menyebut, penjangkauan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) jelang Ramadan

Balita hingga Lansia Terjaring Penjangkauan PPKS Jelang Ramadan di Kota Bandung
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa menyebut, penjangkauan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) jelang Ramadan

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa menyebut, penjangkauan terhadap Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) menjelang Ramadan bukan sekadar penertiban. Tetapi juga bentuk perlindungan terhadap kelompok rentan yang masih hidup di jalanan.

“Menjelang Ramadan, aktivitas di kota meningkat. Kami tidak ingin ada warga, apalagi anak-anak dan lansia, yang tetap bertahan di jalan tanpa perlindungan. Ini soal kemanusiaan,” kata Yorisa Sativa, Sabtu 14 Februari 2026.

Dijelaskan ia, dua regu gabungan menyisir sejumlah titik di Kota Bandung. Regu pertama bergerak dari kawasan Simpang Lima dan berakhir di Masjid Raya Bandung. Regu kedua memulai penjangkauan dari Jalan Suniaraja, dan berkumpul di Pendopo Kota Bandung. Di antara puluhan orang yang terjaring, terdapat satu balita, dua anak dan 24 lansia.

Yorisa menyebut, keberadaan balita dan anak di jalan menjadi perhatian serius timnya. Mereka langsung diprioritaskan menjalani asesmen mendalam guna mengetahui kondisi keluarga dan kemungkinan reunifikasi.

“Kami temukan satu balita yang ikut bersama orang tuanya di jalan. Kondisi seperti ini tentu memprihatinkan. Anak-anak seharusnya mendapatkan pengasuhan dan perlindungan yang layak,” ucapnya.

Berdasarkan data rekapitulasi, total 79 PPKS terdata dalam kegiatan tersebut. Rinciannya 53 gelandangan, 17 pemulung, 4 lansia telantar, 2 penyandang disabilitas mental dan 3 anak terlantar. Dari jumlah itu, 52 berusia dewasa dan 24 lansia. Sebanyak 68 orang berjenis kelamin laki-laki dan 11 perempuan.

Sebagian besar yang terjaring berasal dari luar Kota Bandung, dengan persentase sekitar 75 persen. Hingga pagi hari, 77 orang telah difasilitasi untuk dipulangkan ke daerah asalnya melalui koordinasi lintas instansi. Termasuk dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Sentra Wyata Guna.

Ia menegaskan, bagi warga Kota Bandung yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pemerintah kota menyiapkan layanan rehabilitasi dan pemberdayaan sosial, baik di dalam maupun di luar panti. “Pendekatannya tidak bisa hanya memindahkan dari jalan. Harus ada asesmen, rehabilitasi dan pemberdayaan. Kalau tidak, mereka bisa kembali lagi ke jalan,” ujar dia.

Yorisa memastikan, penjangkauan akan terus dilakukan secara rutin terutama pada momen menjelang hari besar keagamaan. Upaya tersebut bukan semata menjaga wajah kota. Melainkan memastikan tidak ada warga yang terabaikan.

“Kami ingin Ramadan dijalani dengan suasana yang lebih tertib dan manusiawi. Tidak boleh ada anak, lansia atau siapa pun yang dibiarkan tanpa perlindungan,” tandas dia.


Editor : JakaPermana