Dinsos KBB Salurkan Bantuan ATENSI ke 115 PPKS
Dinsos KBB menyalurkan bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 115 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyalurkan bantuan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 115 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Penyaluran ini dilakukan setelah melalui proses asesmen mendalam guna memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing penerima manfaat.
Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin menjelaskan, program ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menerapkan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, maupun residensial.
Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan dukungan komprehensif bagi kelompok masyarakat rentan agar dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian mereka.
“ATENSI mencakup berbagai bentuk dukungan, mulai dari pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, hingga pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan,” kata Idad, Selasa 17 Maret 2026.
Pada triwulan pertama tahun 2026 ini, sebut Idad, sebanyak 115 PPKS menjadi penerima manfaat. Ia menuturkan, seluruh penerima berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan desil 1 dan desil 2 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Mereka merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah," ujarnya.
Idad menyebut, rincian penerima manfaat meliputi 17 lanjut usia, 22 penyandang disabilitas, 24 anak dengan kedisabilitasan (ADK), serta 52 orang dari kelompok rentan lainnya.
"Mereka tersebar di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung Barat. Penyaluran bantuan untuk kelompok penerima lainnya akan dilakukan secara bertahap pada periode-periode berikutnya," sebutnya.
Selain bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, ungkap Idad, pihaknya juga memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi dan alat bantu bagi penyandang disabilitas guna mendukung aksesibilitas dan kemandirian mereka.
"Secara rinci, sebanyak 103 paket bantuan pemenuhan hidup layak disalurkan kepada penerima manfaat, serta 12 paket bantuan kewirausahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi," paparnya.
Untuk dukungan aksesibilitas, pemerintah menyalurkan total 59 unit alat bantu dengan berbagai jenis, meliputi delapan alat bantu dengar, satu tongkat kaki tiga, lima kaki palsu, satu kursi roda 3 in 1 dewasa.
"Kemudian 22 kursi roda cerebral palsy anak, satu kursi roda standar anak, 20 kursi roda standar dewasa, serta satu tongkat kaki empat," ucapnya.
Idad berharap bantuan yang disalurkan melalui program ATENSI ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi para penerima manfaat.
Tak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat mendorong mereka untuk lebih mandiri dan berdaya dalam menjalani kehidupan.
“Program ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong penerima manfaat agar lebih mandiri dan berdaya,” tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

