Dinsos Kota Bandung Rutin Razia PPKS, 100 Orang Terjaring Sekali Operasi Gabungan
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menjangkau sekitar 90 hingga 100 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menjangkau sekitar 90 hingga 100 pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS), dalam setiap operasi gabungan yang digelar secara rutin di sejumlah ruas jalan Kota Bandung.
Kepala Dinsos Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, penjangkauan dilakukan secara rutin bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bagian dari upaya penanganan PPKS dari hulu hingga hilir.
"PPKS atau Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial terus kita gencarkan untuk penjangkauannya. Kita berupaya terus mengejar dari hulu dan hilirnya. Hulunya adalah kita melakukan penjangkauan secara massal, dan masif bersama dinas-dinas terkait melalui penjangkauan gabungan," kata Yorisa Sativa, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, penjangkauan dilakukan dengan menyisir sejumlah jalan protokol yang juga beririsan dengan program beautifikasi 17 ruas jalan yang menjadi salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
"Kita menyisir jalan-jalan protokol yang termasuk juga beririsan dengan program pak wali, yaitu beautifikasi 17 ruas jalan. Kami berkoordinasi untuk melaksanakannya sebulan sekali," ucapnya.
Selain agenda rutin bulanan, pihaknya juga meningkatkan intensitas penjangkauan pada momen-momen tertentu seperti perayaan Natal dan Tahun Baru, libur panjang maupun menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Penjangkauan juga ditambah pada event-event tertentu seperti Nataru, saat akan memasuki libur panjang ataupun menjelang Lebaran. Itu terus kita lakukan untuk menyisir PPKS yang ada di jalanan," ujar dia.
Yorisa mengungkapkan, dalam setiap kegiatan penjangkauan. Jumlah PPKS yang berhasil dijangkau berkisar antara 90 hingga 100 orang. Setelah terjaring, mereka dibawa ke kantor Dinsos menjalani asesmen guna mengetahui latar belakang dan kebutuhan penanganan masing-masing.
"Setiap penjangkauan hampir kurang lebih jumlahnya 90 sampai 100 PPKS yang terjangkau. Kami lakukan penjangkauan, kemudian dibawa ke kantor Dinsos untuk dilakukan asesmen," ucapnya.
Dari hasil asesmen tersebut, pihaknya menemukan hanya sekitar 20 persen PPKS yang terjaring merupakan warga Kota Bandung. Sementara sebagian besar lainnya berasal dari luar daerah.
"Hasilnya adalah 20 persennya warga Kota Bandung. Sisanya warga luar Kota Bandung, sehingga diperlukan koordinasi agar bisa dikembalikan ke wilayahnya dan terutama tidak kembali ke jalan lagi," tutur dia.
Dia menambahkan, penanganan PPKS tidak hanya mengandalkan operasi gabungan yang dilakukan setiap bulan. Pihaknya juga melibatkan aparat kewilayahan, dan petugas sosial yang berada di tingkat kelurahan melakukan pemantauan dan penjangkauan secara berkelanjutan.
"Nah, tidak hanya menunggu program yang sebulan sekali itu dalam penjangkauan. Tapi kita juga menyerukan kepada kewilayahan, dibantu dengan tim-tim Dinsos yang ada di kelurahan untuk melakukan penjangkauan terus dan memonitor," ucapnya.
Meski jumlah PPKS di Kota Bandung masih ditemukan di sejumlah ruas jalan, Yorisa berharap upaya yang dilakukan secara konsisten dapat mengurangi keberadaan mereka di ruang publik. Masyarakat, diminta untuk tidak memberikan uang secara langsung kepada PPKS di jalan.
"PPKS di Kota Bandung memang masih ada, tapi mudah-mudahan terus sedikit demi sedikit kita tidak memberikan ruang kepada PPKS agar tidak mencari uang di jalan. Terus melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak memberikan uang di jalan, lebih baik disalurkan kepada lembaga-lembaga yang legal," tandas dia.***
Editor : JakaPermana

