Jelang Ramadan, Dinsos Kota Bandung Antisipasi PPKS
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung mulai mengantisipasi, lonjakan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) menyambut Ramadhan 1446 Hijriah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung mulai mengantisipasi, lonjakan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) menyambut Ramadhan 1446 Hijriah.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung Irvan Alamsyah mengatakan, bulan Ramadan kerap dijadikan momentum PPKS untuk datang ke Kota Bandung mengais rezeki.
“Langkah antisipasi, kita tetap melaksanakan kegiatan rutin ya. Tentunya kalau Dinsos, kaitannya tidak terkait dengan penertiban. Tapi dalam hal rehabilitasi. Sejak tahun lalu kita sudah melakukan patroli di titik rawan PPKS, kata Irvan Alamsyah, Jumat 14 Februari 2025.
Menurutnyaa, titik rawan peningkatan PMKS berada di gerbang masuk kota. Terdapat 10 titik yang kini tengah difokuskan pihaknya dalam hal pengawasan. Upaya penertiban disinkronisasikan Satpol PP.
“Titik rawan kita berkordinasi langsung dengan Satpol PP untuk upaya penertiban. Sekarang juga di beberapa persimpangan juga sudah mulai bertambah, seperti di Surya Sumantri, Junjunan, Buah Batu, Muhammad Toha, Cibiru, rata-rata di pintu masuk Koya Bandung,” ucapnya.
Mereka PPKS yang berhasil diamankan, akan direhabilitasi di rumah singgah Dinsos Kota Bandung. Selain itu, PPKS berasal dari luar Kota Bandung dikomunikasikan Dinsos daerah asalnya.
"Di sana dilaksanakan rehabilitasi sosial dasar selama tujuh hari. Kemudian kita penelusuran. Kalau memang luar kota Bandung, kita koordinasi dengan dinsos asal untuk kemudian dikembalikan ke daerah asal,” ujar dia.
Rehabilitasi itu sendiri, menyangkut bimbingan fisik, perbaikan mental, spiritual, dan bimbingan sosial. Bukan hanya itu, pihaknya mewadahi para PPKS guna mendaftarkan dirinya pada layanan adminduk.
"Dengan catatan, para PPKS berasal dari Kota Bandung dan trend kasus kenaikan PPKS ke Kota Bandung alhamdulillah bisa kita tekan.Dua tahun terakhir ada kenaikan. Tapi lonjakannya juga istilahnya relatif pasti bisa kita tekan,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

