Jurnalis TV Ditangkap Saat Siaran Langsung, Netizen Heboh Video Intimidasi di Koja

Viral seorang jurnalis tv ditangkap saat melakukan siaran langsung.

Jurnalis TV Ditangkap Saat Siaran Langsung, Netizen Heboh Video Intimidasi di Koja
Jurnalis TV Ditangkap Saat Siaran Langsung, Netizen Heboh Video Intimidasi di Koja

INILAHKORAN - Publik di media sosial tengah dihebohkan dengan peristiwa yang menimpa Leo Chandra Sibarani, seorang jurnalis televisi nasional, yang melakukan siaran langsung (live streaming) di kawasan Polres Jakarta Utara pada Minggu 31 Agustus 2025 dini hari.

Sebelumnya, Leo mengumumkan melalui akun Instagram pribadinya (@leochandraaaa) bahwa ia akan melakukan live streaming pada pukul 00.00 WIB.

Pengumuman itu diunggah lewat fitur Instagram Story lengkap dengan tautan menuju kanal YouTube miliknya. Namun, saat diperiksa pada pagi harinya, akun tersebut sudah tidak dapat diakses.

Tertangkap Saat Live Streaming

Dalam rekaman layar yang beredar di kalangan netizen, Leo tampak sempat bersembunyi di Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Koja, Jakarta Utara, sebelum akhirnya berjalan menuju lokasi bentrokan antara massa dengan aparat kepolisian.

Namun, nahas, tak lama setelah keluar dari markas Damkar, Leo terlihat tertangkap saat tengah melakukan siaran langsung.

“Ini apa? Kamu siapa? Aah, kamu tuh! Diam kamu!” terdengar suara seorang pria yang menghampiri Leo. Sesaat setelah itu, layar live streaming berubah menjadi putih.

Seorang pria kemudian terdengar mengatakan, “Live di YouTube,” sebelum suara intimidasi kembali muncul.

“Lo ngapain di sini?!” teriak seseorang dengan nada tinggi.

Suara Intimidasi dan Rintihan Leo

Dalam rekaman yang beredar, terdengar jelas situasi kericuhan di sekitar lokasi. Leo bahkan sempat merintih, “aduh ya Allah,” sebelum suaranya dibalas dengan nada mengejek.

“Ya Allah, ya Allah, ingat Allah sekarang hah?” ujar pria yang terdengar berbicara dengan Leo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun media tempat Leo bekerja terkait keberadaan dan kondisi jurnalis tersebut.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik sekaligus menambah sorotan terhadap keamanan jurnalis yang meliput aksi unjuk rasa dan bentrokan di lapangan.


Editor : Firda Rachmawati