Jurus Jitu Pemkot Bogor Turunkan Angka Stunting pada 2025
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor menargetkan penurunan angka stunting dan pencegahan stunting baru pada 2025. Diketahui dalam rentang waktu Februari 2023 hingga Agustus 2024, angka stunting Kota Bogor turun dari semula 2.363 menjadi 1.588 kasus.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Tim Percepatan penurunan Stunting (TPPS) Kota Bogor menargetkan penurunan angka stunting dan pencegahan stunting baru pada 2025. Diketahui dalam rentang waktu Februari 2023 hingga Agustus 2024, angka stunting Kota Bogor turun dari semula 2.363 menjadi 1.588 kasus.
Sehingga pada tingkat nasional, Kota Bogor menjadi salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota yang berhasil menurunkan angka stunting di tengah naiknya kasus stunting di daerah lain.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Hanafi menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas upaya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparatur wilayah dalam menekan angka stunting serta mencegah adanya stunting baru. Karena dalam menekan angka stunting, rapat koordinasi sangat penting untuk sama-sama melakukan evaluasi terhadap berbagai langkah serta melaksanakan tindakan lebih lanjut demi mencapai tujuan bersama.
"Kami menargetkan penurunan angka stunting dan pencegahan stunting baru pada tahun 2025. Stunting ini kewajiban pemerintah yang juga menjadi skala sangat prioritas baik tingkat nasional, provinsi, maupun daerah dengan harapan bersama di 2045, ketika Indonesia Emas, Kota Bogor mencapai zero stunting," tutur Hanafi pada Kamis 24 April 2025.
Hanafi menjelaskan, secara konsep dan program kerja, Pemkot Bogor melalui TPPS telah melakukan berbagai terobosan dengan berkolaborasi dan bersinergi dengan banyak pihak di luar pemerintah.
"Dalam upaya menangani stunting dan mencegah stunting baru, ada dua pendekatan yang dilakukan, yaitu penanganan spesifik dan penanganan sensitif. Untuk program mendatang, saya tekankan pentingnya pengawasan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran serta secara simultan menyamakan persepsi bahwa penting untuk menangani stunting," jelasnya.
Sementara itu, TPPS Kota Bogor, Anas S. Rasmana menuturkan, dari tahun 2023 hingga 2024, ada pihak di luar Pemkot yang berjumlah 130, termasuk korporasi, komunitas, perorangan, dan asosiasi, yang telah membantu penanganan stunting di Kota Bogor. Dalam rentang waktu Februari 2023 hingga Agustus 2024, Anas melaporkan angka stunting turun dari semula 2.363 menjadi 1.588 kasus.
"Karena itu pada tingkat nasional, Kota Bogor menjadi salah satu dari sembilan Kabupaten/Kota yang berhasil menurunkan angka stunting di tengah naiknya kasus stunting di daerah lain. Kami selain menangani stunting juga fokus terhadap risiko stunting, seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Ketika intervensi itu dilakukan dan berhasil, maka tidak ada kasus baru, dan angka stunting mengalami penurunan," terangnya.
Annas menjelaskan, pihaknta telah meluncurkan Chatbot Penanganan Stunting yang merupakan kerja sama antara TPPS dengan PT Talenta Digital Berkarya untuk memudahkan masyarakat.
"Chatbot Stunting ini untuk memberikan informasi seputar stunting serta upaya pencegahan dan penanganannya di Kota Bogor dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Chatbot ini mampu memberikan jawaban dan informasi dengan interaksi yang lebih personal kepada masyarakat," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana

