JUVENTUS VS NEC NIJMEGEN: RAKSASA TERLUKA

JUVENTUS VS NEC NIJMEGEN: RAKSASA TERLUKA
Net

Oleh: Bsafaat

Kegagalan menembus empat besar kompetisi domestik musim lalu memaksa Si Nyonya Tua terlempar dari gemerlap Liga Champions. Si Nyonya Tua kini harus berkompetisi di panggung Europa League.

Laga perdana berlangsung di kandang sendiri, Allianz Stadium, Jumat (18/9) dini hari WIB menghadapi NEC Nijmegen.

Kubu Bianconeri sedang menghadapi tekanan nyata setelah akhir pekan lalu takluk 2-3 menghadapi Sassuolo di pentas Serie A. Di lorong stadion, wajah-wajah seperti Teun Koopmeiners dan rekrutan anyar tidak bisa menyembunyikan beban ekspektasi jutaan Juventini.

Maka, pertandingan menghadapi Nijmegen laga ini bukan hanya soal meraih tiga poin perdana, melainkan tentang memulihkan harga diri yang koyak dan membuktikan bahwa Turin masih memiliki taji di Eropa.

“Ini adalah kompetisi menantang karena tim harus bermain setiap dua atau tiga hari. Kami harus tampil di level tinggi demi meraih gelar juara,” ungkap Pelatih Luciano Spalletti.

Duel melawan NEC Nijmegen menuntut kecermatan Spalletti dalam meracik formasi. Masalahnya, mereka tak punya banyak waktu untuk recovery lantaran pada akhir pekan sudah ditunggu Atalanta di panggung domestik.

PTerlepas dari besarnya jumlah pemain cedera yang harus dia hadapi pada awal musim ini, yakni sembilan orang, dengan hanya dua yang berada di jalur pemulihan (McKennie dan Cambiaso), Spalletti sedang memikirkan solusi untuk memaksimalkan performa skuad yang tersedia baginya.

Menurut Tuttosport, isu Nico Gonzalez, lebih dari pemain lain mana pun di lini serang, sedang menjadi bahan perdebatan hangat di Continassa dalam beberapa jam terakhir.

Spalletti sangat puas dengan kontribusi pemain Argentina itu, tetapi kembalinya McKennie ditambah kemungkinan pengorbanan peran trequartista murni demi menemukan kembali keseimbangan bisa menempatkannya dalam persaingan dengan Alajbegovic untuk peran winger kiri.

Atau untuk merebut status starter di samping Chico Conceiçao jika beralih ke 3-4-2-1, opsi yang, menurut harian tersebut, sudah dipertimbangkan Spalletti untuk membenahi Juventus.

Namun, bukan tidak mungkin Nico Gonzalez juga akan dinilai dan digunakan sebagai penyerang tengah.

Sebagai nomor sembilan yang atipikal, terutama jika Kolo Muani terus gagal memberikan jawaban yang cukup meyakinkan.

Formasi 3-4-2-1 akan memiliki kontraindikasi berupa pengorbanan di posisi yang lebih sentral, di belakang penyerang, atas banyak pemain sayap serang Juventus, dari Conceicao hingga Alajbegovoic, sampai Zhegrova, sambil menunggu kembalinya Boga dan Yildiz.

Mendekatkan Nico Gonzalez ke gawang akan masuk akal, mengingat minimnya angka di area gol dari lini serang Juventus, tetapi Spalletti juga harus menilai dengan cermat apa yang akan dihilangkan, dari segi nilai, dari sektor sayap.

Sementara itu, NEC Nijmegen datang dengan membawa romansa yang berbeda. Klub asal kota tertua di Belanda ini baru saja merasakan patah hati mendalam setelah disingkirkan secara brutal oleh Bodø/Glimt di babak playoff Liga Champions dengan agregat 6-1.

Luka itu diperparah oleh performa domestik yang limbung, termasuk kekalahan telak 3-0 dari SC Cambuur di Eredivisie.

(bsf )

5 LAGA TERAKHIR JUVENTUS • 14/09/26: Sassuolo 3-2 Juventus • 07/09/26: Juventus 1-1 AC Milan • 30/08/26: Juventus 2-0 Parma • 23/08/26: Frosinone 0-1 Juventus • 11/08/26: Juventus 2-0 Palermo

5 LAGA TERAKHIR NEC NIJMEGEN • 13/09/26: Cambuur 3-0 Nijmegen • 08/09/26: Nijmegen 2-2 Excelsior • 05/09/26: Nijmegen 1-3 Feyenoord • 30/08/26: Zwolle 1-3 Nijmegen • 26/08/26: Bodo/Glimt 3-0 Nijmegen


Editor : Inilahkoran