Kab Bogor Terbanyak Pemain Judi Online, Edukasi hingga Penindakan Siap Dilakukan

Pemkab Bogor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi judi online setelah PPATK menyatakan kota tersebut terbanyak pemain judi online di Indonesia

Kab Bogor Terbanyak Pemain Judi Online, Edukasi hingga Penindakan Siap Dilakukan
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak semua elemen masyarakat untuk memerangi judi online. PPATK mencatat jika pemain judi online di kota hujan tersebut terbanyak di Indonesia. Foto dok

INILAHKORAN.ID - Mengejutkan, Kabupaten Bogor memiliki jumlah pemain judi online terbanyar di Indonesia. Data tersebut diungkapkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 

Bupati Bogor Rudy Susmanto pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi judi online. Sebab, selain merusak generasi muda, juga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial.

"Yang namanya judi online, peredaran narkoba, itu menjadi perang kita bersama. Kita harus melindungi generasi-generasi penerus kita yang ada di Kabupaten Bogor," katanya, Jumat sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (4/7/2026).

Bukan hanya seruan, komitmen memerangi judi online juga sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat yang menjadi dasar penguatan pencegahan berbagai penyakit masyarakat, termasuk judi online.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi, praktik judi online semakin mudah diakses, sehingga diperlukan langkah pencegahan melalui edukasi yang masif kepada masyarakat agar tidak tergiur keuntungan instan.

"Pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Edukasi harus terus dilakukan agar masyarakat memahami judi online bukan solusi untuk memperoleh penghasilan, melainkan dapat menghancurkan masa depan individu maupun keluarga," ujar dia.

Selain itu, Pemkab Bogor juga akan  mengoptimalkan penindakan melalui satuan tugas yang telah dibentuk untuk menangani berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat keras.

"Kita sudah mendapat jadwal, salah satunya rutin menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor," katanya.

Rudy menegaskan pemberantasan judi online membutuhkan kolaborasi pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga keluarga agar mampu melindungi generasi muda dari dampak negatif praktik tersebut.

Sebelumnya, PPATK mencatat Kabupaten Bogor memiliki 103.092 pemain judi online dengan nilai deposit mencapai Rp414,4 miliar. Data tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat langkah pencegahan, edukasi, dan penegakan hukum terhadap praktik judi online di daerah itu.


Editor : Ahmad Sayuti