Kado Selamat Datang untuk Zizou

Zinedine Zidane memulai babak barunya di tim nasional Prancis kemenangan tipis 1-0 atas Turki di Istanbul, Sabtu (26/9) dini hari WIB.

Kado Selamat Datang untuk Zizou
Net

Oleh: Bsafaat

Gol tunggal dari sang megabintang, Kylian Mbappe, di menit ke-54 menjadi kado selamat datang yang manis sekaligus melegakan bagi sang maestro yang kini berdiri di pinggir lapangan sebagai juru taktik.

Bagi Zidane, debut ini bukan sekadar statistik kemenangan, melainkan sebuah pembuktian awal dari proses yang baru seumur jagung.

Berada di kursi kepelatihan tim nasional membawa tekanan tersendiri, namun pria yang akrab disapa Zizou ini memilih melihatnya dengan optimisme tinggi.

"Saya melihat banyak aspek menarik, meskipun kami baru berlatih bersama selama tiga setengah sesi. Hal ini sangat menjanjikan," ujar Zidane dengan nada penuh kelegaan pascalaga.

"Saya puas dengan pencapaian para pemain dan senang debut ini berjalan seperti ini." Namun, kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Prancis harus memeras keringat di atas lapangan yang bergemuruh oleh dukungan suporter tuan rumah.

Turki, yang dimotori oleh talenta muda Arda Guler, menolak untuk tunduk begitu saja dan terus memberikan perlawanan spartan hingga peluit panjang berbunyi.

Zidane pun tak segan melempar pujian dan rasa hormatnya kepada sang lawan yang gigih.

"Kami juga harus memberikan apresiasi kepada Turki. Banyak pihak mengira kondisi fisik mereka akan menurun, namun kenyataannya tidak demikian. Tim Turki mempertahankan intensitas tinggi hingga akhir laga," tambahnya, mengakui beratnya ujian pertama yang ia hadapi.

Bagi Zidane, laga debut ini menjadi penegasan atas filosofi sepak bola yang ingin ia tanamkan di tubuh Prancis: keseimbangan dan kebersamaan.

Kolektivitas tim menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar, meski ia tahu timnya bertabur bintang yang bisa mengubah hasil laga dalam sekejap mata.

"Keseimbangan adalah kunci segalanya," tegas Zidane menutup obrolan.

"Kami memiliki pemain yang mampu menjadi pembeda kapan saja, namun kami harus tetap menjaga organisasi kolektif yang solid agar tidak membiarkan diri kami rentan diserang." Langkah pertama yang mulus telah dilewati, namun ujian sesungguhnya bagi Zidane baru saja dimulai. Jadwal padat sudah menanti di depan mata, dimana Les Bleus harus segera bersiap menghadapi tantangan berat dari Belgia dan Italia dalam lanjutan kompetisi. (bsf)


Editor : Inilahkoran