Kalau PDIP Legowo jadi Wakil pada Pilbup Cirebon 2024, PKB dan PDIP Bisa Koalisi

Sekjen DPC PKB Kabupaten Cirebon Waswin Janata tiba-tiba memberikan pernyataan yang cukup kontroversi. Menurutnya, belum tentu PKB dan KIM dalam Pilbup Cirebon 2024 akan tetap solid. 

Kalau PDIP Legowo jadi Wakil pada Pilbup Cirebon 2024, PKB dan PDIP Bisa Koalisi
Dia menegasakan, PKB bisa saja mundur dari koalisi KIM dan berkoalisi dengan PDIP. Alasannya, peta politik menjelang Pilbup Cirbeon 2024 masih sangat dinamis dan bisa berubah-ubah. (ilustrasi)

INILAHKORAN, Cirebon - Sekjen DPC PKB Kabupaten Cirebon Waswin Janata tiba-tiba memberikan pernyataan yang cukup kontroversi. Menurutnya, belum tentu PKB dan KIM dalam Pilbup Cirebon 2024 akan tetap solid. 

Dia menegasakan, PKB bisa saja mundur dari koalisi KIM dan berkoalisi dengan PDIP. Alasannya, peta politik menjelang Pilbup Cirbeon 2024 masih sangat dinamis dan bisa berubah-ubah.

Presdiksi tersebut disampaikan Waswin ketika sampai saat ini DPC PDIP Kabupaten Cirebon masih terus melakukan komunikasi politik dengan semua parpol. 

Menurutnya, saat Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon berkunjung ke DPC PKB, ada tawaran menarik dari Imron. Isinya, PKB ditawarkan wakil dan meminta bisa berkoalisi dengan PDIP.

"Saat itu Imron mengatakan, tidak enak jadi Bupati, jadi cukup bupatinya dari PDIP saja dan wakilnya PKB. Lah saya langsung jawab, kalau jadi Bupati tidak enak, mendingan posisinya di balik saja. Jadi selesailah kita. Atau PDIP nanti di pilkada benar-benar jadi rival PKB," ungkap Waswin, Minggu 14 Juli 2024.

Artinya, lanjut Waswin, kalau saja PDIP mau mengalah dan siap menjadi wakil dari PKB, semua persoalan akan selesai. Karena secara hirarki merah dan hijau di Kabupaten Cirebon itu tidak akan terpisahkan. Tapi kalau PDIP tidak mau, Waswim menilai koalisi PKB dan KIM akan tetap solid. Asumsinya adalah kalau ini terjadi, maka jika PDIP berkoalisi dengan PKB, maka kemenangan ada di depan mata.

"Ya itu, asalkan PDIP nya mau mengalah dan siap menjadi wakilnya. PKB kemungkinan akan keluar dari koalisi KIM dan kami dengan PDIP maju satu koalisi. Tapi kalau PDIPnya tidak mau, PKB tetap di koalisi KIM," ucapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari fraksi Gerindra Cakra Suseno mengaku koalisi KIM dan PKB sampai saat ini masih solid. Namun terkait politik yang sangat dinamis, semua kemungkinan bisa terjadi. Termasuk, pecah kongsinya semua koalisi yang saat ini sudah terbentuk.

"Sementara ini koalisi KIM dengan PKB masih sangat solid. Termasuk masing masing parpol pengusung koalisi sedang menjalankan mekanisme masing-masing partai untuk menghadapi Pilkada ini," ungkap Cakra.

Untuk DPC Gerindra sendiri, Cakra menyatakan sudah selesai mengajukan nama nama bakal calon bupati Cirebon ke DPD Jabar. Tentang siapa nantinya yang akan dipilih, semua diserahkan ke DPP karena merekalah yang mempunyai kewenangan untuk memutuskan.

"Tugas kami di DPC Gerindra Kabupaten Cirebon sudah selesai terkait pengajuan bakal calon bupati Cirebon. Kami hanya menunggu keputusan pusat saja, siapa yang akan mendapatkan rekom," ucap cakra.

Dirinya menambahkan, karena PKB dan KIM sudah berkoalisi, maka dipastikan elite politik Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB yang ada di pusat pasti sudah melakukan komunikasi politik, terkait siapa calon bupati dan wakil bupati yang akan mendapatkan rekom. Namun sampai saat ini dirinya belum mengetahui, nama nama yang sudah diusung masing-masing parpol koalisi.

"Kalau dari gerindra tiga nama yang diajukan. Terus kalau golkar sepertinya tetap mengusung Teguh yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Cirebon. Saya tidak tahu siapa yang sudah diajukan oleh PKB dan Demokrat. Yang pasti, semuanya akan dikomunikasikan oleh elit politik pusat partai koalisi. Kami hanya menerima hasilnya saja," tukas Cakra.


Editor : Doni Ramdhani