Menjaga Netralitas ASN, Pemkab Cirebon Diminta Jangan Gelar Rotasi Mutasi Sebelum Pilbup Cirebon 2024
Guna menjaga netralitas ASN, Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya diminta untuk tidak memaksakan menggelar rotasi mutasi. Hal itu karena momennya mendekati Pilbup Cirebon 2024 yang akan pada 27 November 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Guna menjaga netralitas ASN, Pj Bupati Cirebon Wahyu Mijaya diminta untuk tidak memaksakan menggelar rotasi mutasi. Hal itu karena momennya mendekati Pilbup Cirebon 2024 yang akan pada 27 November 2024.
Pegiat antikorupsi Cirebon Zeki Mulyadi menegaskan, kalau dipaksakan sebelum Pilbup Cirebon 2024 itu dikhawatirkan akan muncul asumsi tentang netralitas ASN di Pemkab Cirebon.
Dia menilai, kinerja Wahyu Mijaya sudah sangat bagus, sehingga ditakutkan ada masalah ketika memaksakan rotasi mutasi. Karena santer di luar terdengar, ada dugaan rotasi mutasi sebelum Pilbup Cirebon 2024 tujuannya menggiring suara ASN di Pemkab Cirebon mendukung Paslon tertentu.
"Sudah bukan rahasia umum lagi, kalau rotasi mutasi sebelum Pilkada, dugaannya mendukung Paslon tertentu. Ini sekarang menjadi perbincangan panas di masyarakat. Daripada Pj. Bupati malah bermasalah, mendingan pending saja deh," ungkap Zeki, Selasa 24 September 2024.
Hal lain yang membuat heboh lanjut Zeki, sudah muncul dugaan adanya ketua tim pemenangan yang diarahkan ke Paslon tertentu. Justru dugaannya, ketua tim tersebut berasal dari ASN dan sudah berjalan secara masif. Untuk itu, untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, dia meminta Pj. Bupati Cirebon untuk tidak melakukan tindakan secara gegabah.
"Wahyu kinerjanya sudah bagus. Kalau rotasi mutasi jadi digelar, bisa jadi masalah dikemudian hari. Jangan sampai jabatannya yang tinggal lima bulan ini meninggalkan persoalan besar," jelasnya.
Zeki juga mengaku mendengar kalau saja Paslon yang diduga sedang diusung oleh beberapa oknum ASN ini, menjanjikan jabatan Sekda. Tentu, isu tersebut sangat liar dan bisa masuk akal karena jabatan yang dijanjikan tidak main-main. Untuk itu, dirinya meminta Bawaslu untuk segera memonitor pergerakan ASN karena kalau terbukti, sanksinya sangat berat.
"Saya juga akan terus memonitor. Mau bergerak dimana saja, saya jamin pasti terdeteksi karena ini zaman canggih. Dan isu ini bukan jadi rahasia umum lagi. Terkait siapa nama Paslonnya, saya belum bisa menyebutkan. Kalau dugaan kan wajar. Ini juga warning supaya ASN itu netral," terangnya.
Sementara itu, Kabid Mutasi BKPSDM Kabupaten Cirebon, Ahmad Rodhi Sakho mengaku kaget. Hal itu terkait adanya kabar dugaan pengondisian suara ASN untuk memilih Paslon tertentu. Sedangkan rencana rotasi mutasi yang akan di gelar sebelum Pilkada, tidak ada hubungannya suara ASN untuk mendukung Paslon tertentu.
"Rotasi mutasi kan merupakan kebutuhan. Ini bagian dari merit sistem dan memang ada beberapa jabatan yang kosong. Tidak ada hubungannya dengan penggiringan suara ASN memilih Paslon tertentu," aku Sakho.
Sakho juga membantah kabar, rotasi kali ini sebagai tukar jabatan, kalau Paslon yang didukung jadi bupati, maka barternya diberikan jabatan Sekda. Selama ini akunya, tidak pernah ada pembahasan yang dilakukan oleh pihak BKPSDM.
"Intinya kami menjunjung tinggi netralitas ASN mas. Tidak ada itu diarahkan untuk mendukung salah satu paslon supaya menang," tukasnya.
Editor : Doni Ramdhani


