INILAHKORAN, Bogor -
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebutkan, jajarannua belum melakukan penyelidikan penyebab bangunan
majelis taklim di Kampung Sukamakmur, RT 05 RW 04, Desa Sukamakmur, Ciomas ambruk.
Seperti diketahui, dua lantai bangunan
majelis taklim ambruk pada Minggu pagi pukul 08.30 WIB, hingga setidaknya 3 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka - luka.
"Kami hari ini fokus menangani
korban bencana ambruknya Gedung
majelis taklim, mengevakuasi
korban dari reruntuhan bangunan," sebut AKBP Wikha Ardilestanto kepada wartawan, Minggu, 7 September 2025.
AKBP Wikha Ardilestanto menuturkan, bahwa saat kejadian, setidaknya jumlah jamaah peringatan atau pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW mencapai 150 orang
"84 orang
korban tersebut di rawat di Rumah Sakit yang ada di Kota Bogor, maupun Kabupaten Bogor. Beberapa diantaranya bahkan ibu hamil dan ibu lanjut usia (Lansia). Dan kami mohon do'anya, karena satu orang diantaranya dalam komdosi kritis dan masih dalam penanganan Tim Kodokteran RS UMMI, Kota Bogor," tuturnya.
Ia menjelaskan, bahwa Tim DVI Polda Jawa Barat juga sudah ada di lokasi untuk menangani
korban ambruknya Gedung
majelis taklim.
Sementara, Anggota Polwan Polres Bogor ditugaskan melakukan trauma healing kepada para keluarga
korban, terutama terhadap anak - anak.
"Total anggota yang kami kerahkan ada 70 orang, selain tim kesehatan, kami juga mengerahkan Polwan untuk melakukan teauma healing dan Polki untuk pengamanan lokasi kejadian," jelasnya.***